saya sukaaa sekali sama pengamen yang bisa bikin saya tersenyum. atau bikin saya merasa bahagia.
emang ada gitu? ada. dikit. tapi ada.
salah satunya yang saya temui kemarin. yeah, setting of place-nya di mana lagi kalau bukan di metromini 640. hekekekek.
jadi, saya lagi manyun sambil baca buku di perjalanan pulang. udah dua hari saya manyun. gloomy gloomy gloomy days. eh tiba-tiba masuklah si pengamen itu. dia berdua sama temannya.
Read more…
kemarin saya pake seragam ke kantor. well, seragam kantor saya nggak jelek-jelek amat. saya nggak harus pake warna ijo royo-royo atau cokelat tai kuda. seragam kantor saya itu atasan putih dan celana biru. dan kalau nggak pake seragam itu bisa diganti atasan putih dan celana hitam. yeah, lebih mirip pelayan di pesta nikahan sih jadinya. but it is still okay for me.
yang buat nggak ok itu fakta bahwa seragam itu terbuat dari kain tebal yang membuat gerah dan yang paling parah membuat badan saya menggelembung dua kali lipat. yeah, saya yang gendut jadi semakin gendut.
Read more…
percaya atau tidak, belakangan ini rasa percaya diri saya kosong melompong. zero zero zero. rasa percaya diri itu menguap entah ke mana. tak tersisa sedikit pun.
cobalah lihat saya. yeah, tiga bulan di bali naik tujuh kilo. woaaa. prestasi yang hebat bukan? #sigh. celana kerja saya nggak ada yang muat. tiap hari saya pakai celana yang ada kolornya. hedeeehhh.
udah gitu wajah saya jerawatan. satu biji, besar sangat, di jidat pula. lalu beberapa di dagu. lalu ada juga bekas jerawat. belum lagi komedo. bagooosss. dengan badan segede gaban dan muka penuh jerawat, mana berani saya naksir cowok? ah, sial. baru kali ini saya nggak berani naksir cowok.
Read more…
damn it. saya nggak percaya akhirnya saya menulis ini. hedeeehh. lah siapalah saya ini. eh ini beneran. saya nggak lagi mencoba merendah atau being humble atau apa. tidak tidak tidak. saya hanya sudah mencapai titik bosan ditanyain “gimana sih biar bisa ngeblog yang baik dan asik?”
hedeeeeh. pusing kan saya ditanya gitu? >_<
sebetulnya saya nggak punya resep apa-apa. as i always say, nulis ya nulis aja. as simple as that. dan kita semua sudah diajarin nulis sejak SD kan? atau mungkin beberapa dari kalian yang baca ini sudah bisa menulis sejak TK. well, yeah, trus apa lagi yang harus diperjelas mengenai blogging?
Read more…
Imaji Faya
Cerpen Swistien Kustantyana
Faya berjalan bergegas. Rintik hujan mulai turun perlahan. Tapi sebetulnya bukan itu yang membuatnya khawatir. Faya sama sekali tak keberatan seandainya tubuh mungilnya kuyup karena hujan. Ia hanya tak ingin kehilangan waktu sedikit pun. Semenit saja Faya tak rela waktunya dengan Kak Pram hilang tercuri. Bahkan jika yang mencuri itu rintik hujan, Faya tetap tak rela.
Faya mulai tersenyum sekarang. Langkah kaki mungilnya terasa begitu ringan saat ingatannya melayang ke sosok bernama Pramono. Kak Pram, begitu Faya biasa memanggil. Sekitar lima tahun lalu saat Faya masih kelas satu SMP, Ayah membawa Kak Pram ke rumah.
Read more…

my magz
saya itu kadang memang sooookkk sekali. sok baik, sok perhatian. jadi ceritanya, wiken kemarin itu saya bersih-bersih kamar. dan saya baru sadar, baru ngeh, kalau saya punya banyaaakkk sekali majalah. well, tiga kardus besar majalah itu menurut saya banyak sekali. apalagi jika penuh dengan majalah berukuran mungil.
karena niat saya betul-betul membersihkan kamar dalam arti sebenar-benarnya, saya pun mengikuti saran yani untuk membuang semua yang tidak saya perlukan. yeah, majalah segitu banyak buat apa sih? apa iya saya baca ulang semuanya satu-satu? enggak mungkin.
Read more…
saya sedang serius bekerja. saking seriusnya, saya sampai matikan ym dan fb. tapi tiba-tiba saja di tengah-tengah keseriusan saya bekerja itu, vision tentang yani muncul di kepala saya. jelas sekali.
btw busway…. vision itu bahasa indonesianya apa yak? bukan visi, tapi lebih ke image, imagination. bayangan? imajinasi? pokoknya itu deh.
saya berada di suatu ruangan. saya duduk di belakang yani. dia pake baju putih. di sampingnya ada cowok, pake jas item. yeah, mereka menikah. ijab kabul. dan tiba-tiba saya menangis. beneran nangis melihat yani menikah. rasanya senang sekali. dan juga terharu.
Read more…
saya sedang tidak tau harus merasa apa. setelah tiga minggu nonstop nangis terus-terusan, wiken ini saya enggak nangis sama sekali. oya lupa, saya nangis ding. tapi itu karena nonton film. hehe.
padahal jumat kemarin itu pengumuman pemenang lomba nulis bentang belia. dan saya nggak menang. yeah, seperti yang sudah saya perkirakan. apakah saya sedih? mmm, dikit. iya, sedikit sekali perasaan sedih. mungkin karena sebulan ini emosi saya nggak karuan, jadi ya nggak gitu sedih pas enggak menang lomba.
tapi, apakah saya merasa putus asa? iya. tentu saja iya.
Read more…
saya ini memang kadang sok sekali. sok ngajarin orang. kek motivator ulung, kata pendek. yeah. meskipun oh meskipun saya tak pernah punya niat begitu. lah salahnya mereka yang baca tulisan crap saya, kan. *PLAK* saya pantas mendapatkan tamparan untuk pernyataan barusan. kakakakak.
well, selama ini saya selalu menulis mimpi saya di kertas yang kemudian saya tempelkan di tembok. dan selama ini pula saya selalu berpesan kalau berdoa itu harus jelas mintanya apa. jangan minta sesuatu yang abstrak sama Tuhan. misalnya: oh Tuhan, saya ingin bahagia. jangan gituuuuu….
Read more…