hari sabtu lalu, saya tak bisa berhenti tersenyum.

well, okay, kalimat di atas itu kalimat yang lebay nan alay. mana bisa sih saya tersenyum normal senormal orang lain? bukankah keahlian saya itu ngakak? hekekek.

ok, mari dimari diganti. kalimat yang benar adalah: hari sabtu lalu, saya tak bisa berhenti menyeringai.

yeah, akhirnya saya menginjakkan kaki di bandar udara ngurah rai. iyaaaa, baliiiii…. cihuiiiii :D

ya ya ya, tentu saja ini (agak) memalukan. aje gile, 29 tahun dan baru pertama kali ini ke bali? ckckck. tapi, ah, bodo amat. yang penting saya sekarang di bali. hihi.

sepanjang jalan, di dalam mobil yang membawa saya ke denpasar, tak henti-hentinya saya merenung. saya jadi ingat kosan saya di jakarta. di selembar kertas yang saya tempel di dinding kamar saya itu, saya menuliskan mimpi-mimpi saya, yang salah satunya adalah pergi ke bali. dan kertas itu tertanggal januari 2010.

desember 2010 saya berusaha mewujudkan mimpi saya itu. yeah, dengan merencanakan liburan sendiri ke bali yang akhirnya enggak jadi. hehe. tiket yang sudah dibeli dan liburan ke bali yang enggak jadi membuat saya menangis berhari-hari.

saya memang nggak jadi ke bali waktu itu. tapi saya tak pernah berhenti bermimpi untuk pergi ke bali. tak pernah sedetik pun saya melepaskan mimpi saya itu.

saya belajar ini dari mbak uni dan mbak sensi. mereka sudah saya anggap keluarga saya sendiri.

mbak un itu salah satu role model saya saat saya kuliah di jogja. mbak un mengajari saya untuk bermimpi setinggi mungkin. mbak un mengajari saya untuk selalu menjaga mimpi-mimpi itu. mbak un bilang,”titien, always cherish your dreams! keep your dreams alive!”

mbak sensi mengajari saya hal serupa. mbak sensi bilang, “titien, jangan pernah berhenti bermimpi. karena malaikat akan selalu mencatat mimpi-mimpi kita dan Tuhan akan mengabulkan mimpi-mimpi itu suatu hari nanti.”

mmm, saya orang yang sangat beruntung karena bisa mengenal mbak uni dan mbak sensi. jika bukan karena mereka, saya tak mungkin berada di bali sekarang ini. bayangkan, liburan di bali yang saya rencanakan sendiri dengan biaya sendiri tak pernah terwujud. dan sekarang ini saya sudah di bali tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. tugas saya di sini hanyalah belajar. selama 3 bulan. bukankah itu sangat menyenangkan?

Tuhan memang maha mendengar dan maha mengabulkan. tugas kita hanyalah mempunyai mimpi dan menjaganya.

sooo, cherish you dreams, sistaaaa! cherish your dreams, bradaaa! keep your dreams alive!

cherish

if you cherish something, it is very important to you:
e.g. I cherish the memory of that day.
–> cherish a hope/an idea/a dream etc

pic by lee.