kemarin saya pake seragam ke kantor. well, seragam kantor saya nggak jelek-jelek amat. saya nggak harus pake warna ijo royo-royo atau cokelat tai kuda. seragam kantor saya itu atasan putih dan celana biru. dan kalau nggak pake seragam itu bisa diganti atasan putih dan celana hitam. yeah, lebih mirip pelayan di pesta nikahan sih jadinya. but it is still okay for me.
yang buat nggak ok itu fakta bahwa seragam itu terbuat dari kain tebal yang membuat gerah dan yang paling parah membuat badan saya menggelembung dua kali lipat. yeah, saya yang gendut jadi semakin gendut.
dan tatttaaa kemarin pagi saya seperti berada di neraka. begitu sampai kantor, melewati satpam, bertemu beberapa pegawai lain, mereka dengan kompak dan bersemangat mengomentari badan saya. kenapa saya gendut sekali. baru satu tahun kerja aja udah segendut itu. bla bla bla.
coba katakan pada saya, jika itu bukan neraka, lalu bisa disebut apa?
kalian tau, saya setengah mati menahan emosi. berulangkali dalam hati saya, saya bilang, “titien, ini kantor. titien, ini kantor. titien, ini kantor.” dan hasilnya lumayan, saya bisa tersenyum sedikit sama orang-orang itu.
padahal jika itu bukan kantor, saya akan meledakkan amarah saya begitu saja. HEH! NGGAK PERLU BILANG GUA GENDUT! GUA JUGA TAU! DASAR OON. GUA PUNYA TIMBANGAN DI KOS. GUA TAU BERAT BADAN GUA BERAPA. KALO LU BINUN MAU NGOMONG APA KE GUA, KALO ELU NGGAK PUNYA BAHAN PEMBICARAAN, GUA NGGAK KEBERATAN NGGAK DISAPA. GUA NGGAK BUTUH APAPUN DAN SIAPAPUN YANG BIKIN GUA MERASA BURUK TENTANG DIRI GUA SENDIRI!
well, betapa ingin saya meneriakkan kalimat-kalimat itu sama mereka. kalau perlu, saya kasih bonus ludah saya yang pasti muncrat-muncrat pas bilang itu.
ah, kemarin itu saya ingin sekali bisa menghilang. saya ingin tiba-tiba bisa ada di lantai 5, di ruangan saya, tanpa perlu melewati satpam, tanpa perlu bertemu dengan orang-orang. tapi toh saya nggak bisa.
dan seperti itu belum cukup buruk saja, malamnya saya marah sekali. saya marah sama oknum x. saya belajar bahasa inggris sama dia. sejak semula saya sudah bilang, jika saya jadi guru, saya akan jadi sangat galak sekali. dia harus menuruti semua kata-kata saya. dia harus menunjukkan keseriusannya untuk belajar. saya tak punya waktu untuk berbagi ilmu dengan orang yang malas.
yeah, saya tak melihat itu pada oknum x. saya mengomel. saya bermonolog selama sejam lebih. sampai saya capek. dan saat di depan kos (oknum x mengantarkan saya pulang), oknum x bilang gini: “mbak, aku sekarang tau gimana harus bersikap sama mbak titien. mbak itu cepat tersinggung dan gampang kecewa. jadinya aku harus hati-hati. aku harus menjaga perasaan mbak titien.”
hell….
kalimat-kalimat yang dia lontarkan itu adalah kalimat-kalimat terakhir di dunia ini yang ingin saya dengar. sepertinya kalimat “aku udah nggak bisa sama kamu lagi. kita putus aja.” masih jauh lebih baik daripada kalimat “aku harus hati-hati. aku harus menjaga perasaanmu.”
holy crap.
brengsek. sialan. sapi.
kalimat dari oknum x semakin menasbihkan sosok saya sebagai monster. wah, selamat!
merasa lelah dengan emosi saya sepanjang hari itu, saya terlelap tanpa cuci muka tanpa cuci-cuci yang lain. dan paginya, sebelum saya sempat berdoa semoga hari ini baik-baik saja, saya membuka hp dan membaca sebuah email yang menyesakkan dada.
ditolak lagi. sama penerbit. huaaahhh.
saya nggak tau harus merasa apa. sedih, tapi toh saya nggak bisa nangis. di metromini, sepanjang perjalanan ke kantor, saya merasa kosong. iya. rasanya seperti itu.
dan seolah belum cukup melengkapi kesedihan dan kekosongan saya sejak kemarin itu, saya menemukan link ini:
http://littlemisstwiggydee.com/2012/01/24/tertipu/
huuuuaaaahhhhh. rasanya pengin teriak. yang keraaasssss.
baru kemarin saya menaruh harapan saya pada sosok aya lancaster. dia sudah saya jadikan role model. sosok yang bisa saya liat saat saya down seperti ini. saat segala semangat menguap. tapi ternyata….
dan tiba-tiba saja saya mengklik youtube. mencari lagu simple plan: welcome to my life. saya nggak percaya saya dengerin lagu ini lagi. terakhir dengerin welcome to my life itu sekitar 2007-2008 saat hidup saya sedang hancur-hancurnya. dan sekarang saya merasa seperti itu lagi….
Do you ever feel like breaking down?
Do you ever feel out of place,
Like somehow you just don’t belong
And no one understands you?
Do you ever wanna run away?
Do you lock yourself in your room
With the radio on turned up so loud
That no one hears you’re screaming?
No, you don’t know what it’s like
When nothing feels all right
You don’t know what it’s like
To be like me
[Simple Plan's Welcome To My Life]