<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Swistien Kustantyana</title>
	<atom:link href="http://thisisswistien.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thisisswistien.wordpress.com</link>
	<description>Nothing is insignificant. (Criminal Minds)</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Feb 2012 16:55:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='thisisswistien.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/acecd1b28b5911e3f9e4409753091cbb?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Swistien Kustantyana</title>
		<link>http://thisisswistien.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://thisisswistien.wordpress.com/osd.xml" title="Swistien Kustantyana" />
	<atom:link rel='hub' href='http://thisisswistien.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>cinta itu timbul tenggelam</title>
		<link>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/23/cinta-itu-timbul-tenggelam/</link>
		<comments>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/23/cinta-itu-timbul-tenggelam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 16:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Swistien Kustantyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[marriage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisisswistien.wordpress.com/?p=1270</guid>
		<description><![CDATA[sekarang ini saya sedang mempertanyakan cinta. jiaaahhh. saya tau saya ini enggak mutuuuu. saat ini hampir tengah malam. saya tau seharusnya saya sibuk melanjutkan notulen yang baru 1/3 saya kerjakan. saya tau besok saya harus mengirim notulen itu. saya tau saya bahkan punya beberapa file yang harus saya pelajari sebelum besok. tapi saya malah ngeblog [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1270&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://godscreation2006.com/images/8%20%20Bride%20and%20Groom%20Bears%20With%20Music.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="bride and groom" src="http://godscreation2006.com/images/8%20%20Bride%20and%20Groom%20Bears%20With%20Music.jpg" alt="" width="280" height="280" /></a>sekarang ini saya sedang mempertanyakan cinta. jiaaahhh. saya tau saya ini enggak mutuuuu. saat ini hampir tengah malam. saya tau seharusnya saya sibuk melanjutkan notulen yang baru 1/3 saya kerjakan. saya tau besok saya harus mengirim notulen itu. saya tau saya bahkan punya beberapa file yang harus saya pelajari sebelum besok. tapi saya malah ngeblog dan menulis tentang arti cinta. hadddeeeeehhh. betul-betul nggak mutu (-_-&#8221;).</p>
<p>well, begini. saya pernah berdebat dengan salah satu mantan saya tentang cinta dalam pernikahan. penting nggak sih cinta itu saat menikah? yeah, menurut mantan saya cinta saat menikah itu nggak penting. dan pernyataannya itu membuat saya ingin mencakarnya habis-habisan.</p>
<p><span id="more-1270"></span></p>
<p>menurut saya, cinta itu nomor satu. bagaimana bisa saya hidup seatap dengan orang yang nggak saya cintai? jadi, saya harus cinta dulu dengan cowok itu sebelum saya menikahinya. mantan saya tidak setuju. dia bilang menikah tanpa cinta pun okok saja. mantan saya bilang cinta itu bisa tumbuh. saya pun mendebat, &#8220;lu kata po&#8217;on bisa tumbuh?&#8221;</p>
<p>oya, definisi cinta di sini adalah cinta yang jatuh cinta. cinta yang wuuaaahh. bukan cinta yang diseret. istilah saya gitu sih. misalnya gini, saya nggak cinta sama oknum x tapi saya toh nyaman sama dia. saya juga suka. ya udah jalanin aja. nah itu cinta yang diseret. beda jika dari pertama sudah suka berbinar-binar penuh cinta. gitu. (jelas nggak yak? #garuk kepala)</p>
<p>balik lagi.</p>
<p>saya masih ingin menikah dengan cowok yang saya jatuh cintai dan dia jatuh cinta sama saya. bukan karena saya menyeret cinta saya dan dia pun begitu. well, setidaknya sampai beberapa hari yang lalu saya ingin seperti itu.</p>
<p>keinginan saya itu mulai luntur dan keteguhan hati saya terhadap prinsip menikah-itu-harus-jatuh-cinta mulai goyang tak karuan manakala saya berjalan kaki malam-malam selepas mengerjakan proposal saat diklat kemarin itu.</p>
<p>saya jalan kaki sama dini, imam dan wildan. entah kenapa tiba-tiba saya mengajukan pertanyaan kepada imam dan wildan (karena mereka cowok dan sudah menikah tapi masih muda). saya lupa kalimat pastinya gimana. yang pasti, saya menanyakan pendapat mereka tentang keinginan saya itu (menikah-itu-harus-jatuh-cinta).</p>
<p>imam langsung menyahut, &#8220;cinta itu apa sih?&#8221; lalu melanjutkan dengan sebuah pernyataan bahwa rasa nyamanlah yang terpenting. &#8220;kalau kamu nyaman sama dia, kenapa tidak? rasa nyaman itu yang paling penting.&#8221;</p>
<p>sedangkan wildan membuat saya terkejut-kejut dengan bilang, &#8220;cinta itu seperti iman, timbul tenggelam.&#8221;</p>
<p>huaaaa. gitu yak?</p>
<p>saya sukaaaa sekali dengan kalimat wildan. jadi begitukah? begitu ya? timbul tenggelam. iyakah? wuuaaahh. saya nggak ngerti. saya belum pernah menikah. saya betul-betul tak tau rasanya.</p>
<p>dan apakah cinta itu tidak begitu penting saat menikah? atau mungkin penting, tapi bukanlah nomor satu. seperti itukah?</p>
<p>pagi tadi saya tak bisa membaca di metromini. pikiran saya hanya berputar-putar pada hal itu saja. dan lalu kemudian, karena tak tahan, siang tadi saya pun mengoceh ke mbak lina. saya bercerita tentang imam dan wildan. tentang apa kata mereka. dan tentang keinginan saya.</p>
<p>&#8220;pokoknya aku nggak mau nikah dengan cinta yang disereeeettt,&#8221; saya pun melolong.</p>
<p>mbak lina tertawa.</p>
<p>sayangnya ada telpon. sambil berjalan ke arah telpon, mbak lina hanya bilang, &#8220;ya gitu. benar kata wildan, timbul tenggelam. kalau cinta nomor satu, trus kalau hari ini nggak cinta, apa mau cerai? trus besok kalau cinta, balikan lagi? enggak, kan?&#8221; mbak lina pun mengangkat telpon.</p>
<p>saya manyun sendirian.</p>
<p>saya pun balik ke ruangan saya dengan berjuta tanya tentang cinta (wew, saya jijik dengan kalimat ini).</p>
<p>ah, saya tak mengira kalau cinta itu sama rumitnya dengan matematika. saya dudul dalam matematika, dan akhirnya saya pun harus mengakui saya dudul dalam hal cinta.</p>
<p>ah, saya 30 dan saya masih nggak ngerti gimana taunya seorang cowok bisa jadi suami saya. saya nggak ngerti menikah itu tak begitu perlu cinta. saya nggak ngerti rasa nyamanlah yang terutama. saya betul-betul tidak mengerti hal-hal itu.</p>
<p>ah, saya harus bagaimana?</p>
<p>ah, sialan. sepertinya saya harus melanjutkan pekerjaan saya. selamat malam. selamat timbul tenggelam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisisswistien.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisisswistien.wordpress.com/1270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisisswistien.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisisswistien.wordpress.com/1270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisisswistien.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisisswistien.wordpress.com/1270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisisswistien.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisisswistien.wordpress.com/1270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisisswistien.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisisswistien.wordpress.com/1270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisisswistien.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisisswistien.wordpress.com/1270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisisswistien.wordpress.com/1270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisisswistien.wordpress.com/1270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1270&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/23/cinta-itu-timbul-tenggelam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/227cf526dd307726da062660c085f50a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thisisswistien</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://godscreation2006.com/images/8%20%20Bride%20and%20Groom%20Bears%20With%20Music.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bride and groom</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>one step ahead</title>
		<link>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/19/one-step-ahead/</link>
		<comments>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/19/one-step-ahead/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 15:28:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Swistien Kustantyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>
		<category><![CDATA[one step ahead]]></category>
		<category><![CDATA[writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisisswistien.wordpress.com/?p=1261</guid>
		<description><![CDATA[saya sedang kesal sekali. kesal yang sekesal-kesalnya. kesal yang sampai ubun-ubun. jadi, begini ceritanya. ternyata di luar sana banyak yang sirik sama saya. karena saya cantikkah? atau seksi mungkin? i wish! yeah, tentu saja bukan karena dua hal itu. saya enggak cantik. apalagi seksi. lupakan saja. saya disirikin karena cerpen-cerpen saya secara konsisten dimuat terus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1261&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://traceywritesbooks.com/wp-content/uploads/2011/05/Snoopy-Writing-Life.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="let's write!" src="http://traceywritesbooks.com/wp-content/uploads/2011/05/Snoopy-Writing-Life.jpg" alt="" width="244" height="319" /></a>saya sedang kesal sekali. kesal yang sekesal-kesalnya. kesal yang sampai ubun-ubun.</p>
<p>jadi, begini ceritanya. ternyata di luar sana banyak yang sirik sama saya. karena saya cantikkah? atau seksi mungkin? i wish! yeah, tentu saja bukan karena dua hal itu. saya enggak cantik. apalagi seksi. lupakan saja.</p>
<p>saya disirikin karena cerpen-cerpen saya secara konsisten dimuat terus di suatu majalah. tuduhan paling keji adalah karena saya dekat dengan si abang redaktur. tuduhan yang lebih keji dari yang paling keji adalah karena saya pacaran sama si abang itu (sepertinya kata &#8216;paling&#8217; di sini tidak berfungsi -_-&#8221;). saya nggak mau mikirin tuduhan yang lebih keji lagi dari itu.</p>
<p><span id="more-1261"></span></p>
<p>kalian tau, dulu suatu ketika, pernah seorang teman bercerita bahwa ada penulis, sebut saja oknum z, yang meniduri redaktur koran besar nasional hanya agar karyanya dimuat. heeyyyaaa. tidduuuurrr. meniduriiii. serem amat yak &gt;_&lt;</p>
<p>dan belakangan ini saya jadi kesal karena ada selentingan yang beredar, yang walaupun nggak seseram tidur-meniduri, yang menyebutkan bahwa cerpen-cerpen saya dimuat itu karena saya dekat dengan redaktur, editor, penulis senior atau siapapunlah.</p>
<p>mereka itu buta, ya? iya, mereka yang ikut bersuara sumbang, ikut sedikit percaya, ikut sedikit membumbui selentingan itu. hadeeehhh. mereka itu kan punya mata, bisa membaca, harusnya tau dong apakah tulisan-tulisan saya itu qualified atau tidak untuk dimuat di majalah. dan apakah mereka itu idiot dengan tidak berpikir bahwa redaktur atau editor juga mempertaruhkan nyawanya jika meloloskan tulisan sembarangan?</p>
<p>ah, mereka buta dan idiot. selesai sudah.</p>
<p>sebenarnya saya nggak perlu menulis ini. mungkin ada yang berpendapat jika saya memang tidak merasa bersalah, tidak merasa tudingan itu benar, saya akan santai-santai saja. mungkin begitu. tapi saya lagi pengin marah-marah. jadi mari lanjutkan postingan ini.</p>
<p>begini lho. menulis itu kan pekerjaan paling transparan. maksudnya gini. jika saya bekerja di kantor, mengindeks artikel jurnal misalnya, toh yang tau saya benar atau salah cuma bos saya. iya, kan? lalu, jika saya mengajar di depan kelas, yang tau saya benar atau salah kan cuma murid-murid saya di kelas itu. lah, kalau menulis, siapa coba yang tau saya benar atau salah? yang tau tulisan saya itu bagus atau jelek atau biasa aja? ya sejagat raya, kan? bener nggak yang saya bilang?</p>
<p>mereka yang banyak bacot, yang jelek-jelekin saya di luar sana, yang sirik sama saya, apa nggak mikir yak? apa nggak baca yak? apa nggak bisa menilai ya kalau tulisan saya yang masuk majalah itu rata-rata bagus?</p>
<p>saya nggak akan takabur dengan bilang semua cerpen saya luar biasa. enggaklah. beberapa saya sukaaaa sekali. beberapa biasa saja. beberapa pas-pasan.</p>
<p>tapiii, kadang yang pas-pasan itu masih lebih bagus daripada cerpen penulis lain.</p>
<p>oya, untuk menghindari salah paham, mari samakan persepsi. di sini saya tak akan membandingkan diri saya dengan penulis cerpen sekelas djenar misalnya (bunuh saja saya kalau saya sudah berani begitu). atau membandingkan diri saya dengan penulis keren macam ilana tan atau clara ng. tidak tidak tidak. saya membandingkan diri saya dengan penulis-penulis pemula lainnya (percaya atau tidak, saya ini penulis pemula). penulis di sini adalah penulis cerpen, khususnya genre remaja.</p>
<p>nah, saya itu heraaannn sekali jika ada yang berpikir bahwa saya dekat dengan redaktur dan oleh karena itu cerpen saya sering dimuat. heeyyyaaa. otak mereka itu tercecer di mana siiiihhhh?</p>
<p>bukalah mata lebih lebar lagi. lihatlah saya lebih teliti lagi (banyak noda bekas jerawat di wajah saya sekarang &gt;_&lt;).</p>
<p>eh, mari serius.</p>
<p>lihat lebih jeli deh. well, mungkin saya akan terdengar menyombongkan diri. tapi sebodo amat. sebodo teuing. saya nggak peduli dicap apa setelah ini. mereka memang harus tau kok biar nggak komen sembarangan.</p>
<p>saya belajar menulis kemana-mana. dari mulai yang harus bayar empat ratus rebu sampai yang jutaan sudah saya jalani. dari yang harus bolak-balik jakarta- serang sampai naik motor denpasar-ubud sudah saya jalani. bahkan belajar tidak resmi, nggak pakai kelas, nggak pakai bayar, hanya modal nebelin muka pun sudah saya jalani dengan belajar ke <a href="http://kenterate.multiply.com/">mbak nik</a> dan <a href="http://www.kompasiana.com/jodhiyudono">mas jodhi</a>.</p>
<p>jika kemudian tulisan saya secara konsisten dimuat di majalah, apakah hal tersebut masih perlu dipertanyakan?</p>
<p>saya mengurus blog ini, blog yang kalian baca ini, setiap hari. mengurus blog, menulis hampir tiap hari, bukanlah perkara yang mudah. saat saya lagi mogok nulis cerpen, saya mencoba menjaga kualitas tulisan saya dan mencoba terus belajar melalui blog. saya menulis hampir tiap hari. itu berati saya berlatih hampir tiap hari. itu berati tulisan saya bertambah <del>bagus</del> lancar tiap harinya.</p>
<p>jika kemudian tulisan saya secara konsisten dimuat di majalah, apakah hal tersebut masih perlu dipertanyakan?</p>
<p>saya memang belum berhasil menyelesaikan satu novel yang bagus. saya akui saya kalah dalam hal itu. energi saya tak cukup meluap untuk novel. tapi kalian tau, saya masih one step ahead dibandingkan mereka yang banyak bacot itu. saya sudah punya satu <a href="http://www.fizzyfreak.com/">blog cerita </a>yang ditulis dalam bahasa inggris. dan itu wadah saya untuk belajar menulis. karena saya sadar saya harus selalu belajar. saya tak boleh sedetik pun berhenti belajar menulis.</p>
<p>jika kemudian tulisan saya secara konsisten dimuat di majalah, apakah hal tersebut masih perlu dipertanyakan?</p>
<p>nah, sekarang, bagi yang masih berpikiran bahwa cerpen-cerpen saya dimuat karena saya memacari redaktur-redaktur itu (eeaaaa), duduklah dengan manis di depan kompie atau lepie barang sejam dua jam. bukalah folder cerpen di blog ini. baca baik-baik cerpen-cerpen saya itu. beberapa cerpen memang masih ada di blog ini. beberapa saya tarik.</p>
<p>bacalah. koordinasikan otak dan mata kalian dengan baik. kemudian berilah pendapat sejujur-jujurnya apakah cerpen-cerpen saya itu layak dimuat di majalah? apakah tulisan-tulisan saya itu enak dibaca? jika setelah itu kalian masih berpikir saya memacari semua redaktur, wah&#8230; sini sini saya sambit pakai bakiak @_@</p>
<p>sudah itu saja. maaf kalau ada yang menganggap saya sombong. saya cuma gemas saja dengan mereka yang oon. mereka butuh pencerahan. dan saya butuh marah-marah. hekekekek.</p>
<p><strong><em>Easy reading is damn hard writing</em>. #Nathaniel Hawthorne</strong></p>
<p>pelajaran moral di postingan ini adalah: you need to be one steap ahead of other writers. harus selangkah lebih maju dibandingkan yang lain. selangkah lebih bagus. selangkah lebih keren. selangkah saja, tapi itu yang membuat perbedaan besar antara kalian dengan penulis-penulis lain. itu yang membuat tulisan kalian selalu diterima oleh para redaktur.</p>
<p>jadi, selamat menulis! selamat melangkah!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisisswistien.wordpress.com/1261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisisswistien.wordpress.com/1261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisisswistien.wordpress.com/1261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisisswistien.wordpress.com/1261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisisswistien.wordpress.com/1261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisisswistien.wordpress.com/1261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisisswistien.wordpress.com/1261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisisswistien.wordpress.com/1261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisisswistien.wordpress.com/1261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisisswistien.wordpress.com/1261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisisswistien.wordpress.com/1261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisisswistien.wordpress.com/1261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisisswistien.wordpress.com/1261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisisswistien.wordpress.com/1261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1261&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/19/one-step-ahead/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/227cf526dd307726da062660c085f50a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thisisswistien</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://traceywritesbooks.com/wp-content/uploads/2011/05/Snoopy-Writing-Life.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">let&#039;s write!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Be My Valentine!</title>
		<link>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/19/be-my-valentine/</link>
		<comments>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/19/be-my-valentine/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 23:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Swistien Kustantyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisisswistien.wordpress.com/?p=1255</guid>
		<description><![CDATA[Be My Valentine! Cerpen Swistien Kustantyana “Swee!” Memanggil dengan suara selantang itu di pagi hari yang mendung berarti memaksa semua kepala di kelas menoleh dan menghujani si pemilik suara dengan tatapan mematikan. Fifi meringis. “Sori.” Sambil berjingkat-jingkat Fifi masuk ke dalam kelas, melewati beberapa pasang mata yang masih menatapnya sebal. “Swee!” Fifi berseru lagi setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1255&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><strong><img class="aligncenter" style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="Be My Valentine!" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/430990_10150533956204342_771694341_8982301_619020355_n.jpg" alt="" width="360" height="432" />Be My Valentine!</strong></p>
<p align="center"><strong>Cerpen Swistien Kustantyana</strong></p>
<p>“Swee!”</p>
<p>Memanggil dengan suara selantang itu di pagi hari yang mendung berarti memaksa semua kepala di kelas menoleh dan menghujani si pemilik suara dengan tatapan mematikan.</p>
<p>Fifi meringis. “Sori.”</p>
<p>Sambil berjingkat-jingkat Fifi masuk ke dalam kelas, melewati beberapa pasang mata yang masih menatapnya sebal.</p>
<p>“Swee!” Fifi berseru lagi setelah mengempaskan pantatnya di salah satu kursi. Kali ini dengan volume yang jauh lebih lirih.</p>
<p><span id="more-1255"></span></p>
<p>“Apa sih, Gorg?” Yanee, cewek berambut pendek yang duduk di samping Fifi, bertanya dengan suara lemah.</p>
<p>“Nih, coba lihat. Artikel terbaru tentang <em>Valentine</em>,” dengan semangat meluap Fifi menyodorkan majalah bersampul mengilap.</p>
<p>Yanee, yang semula menumpukan kepala di atas tangan di meja, duduk tegak dan mulai membaca artikel berjudul <em>5 Steps to Get a Man</em>. Setelah beberapa menit Yanee menatap Fifi dengan kening berkerut. “Ini kan majalah dewasa, Gorg.”</p>
<p>Mata Fifi membulat. “Swee! Kita enam belas tahun! Sudah dewasa, bukan?” Fifi seolah memberi tahu sahabatnya bahwa bumi memang bulat.</p>
<p>Yanee memutar bola matanya. “Remaja seumuran kita seharusnya membaca majalah GADIS. Atau majalah apa kek yang sesuai. Bukan majalah untuk tante-tante terbitan luar negeri yang pakai Bahasa Inggris.” Yanee menatap Fifi sebentar kemudian melanjutkan, “kamu pasti ambil majalah Tante Mita diam-diam, ya?”</p>
<p>“Enggak! Tante Mita bolehin aku baca majalahnya, kok,” suara Fifi terlalu melengking dan terdengar defensif.</p>
<p>“Ckckck. Kalian berdua ini romantis sekali,” sebuah suara terdengar dari samping meja. Benny, cowok yang duduk di samping meja Fifi dan Yanee menyeringai menatap mereka berdua.</p>
<p>Yanee mendengus. Fifi meleletkan lidahnya.</p>
<p>“Yang satu memanggil <em>Swee. </em>Satunya lagi memanggil <em>Gorg. How romantic!</em>” Benny tergelak-gelak dengan leluconnya sendiri.</p>
<p>***</p>
<p>Fifi berlari lebih cepat. Sesampainya di meja, dia melihat Yanee sedang tekun membaca buku Fisika. Cepat-cepat diempaskan pantatnya ke kursi dan cepat-cepat pula dibukanya selebaran berwarna pink yang sedari tadi digenggamnya.</p>
<p>“Swee!” suara Fifi melengking tinggi.</p>
<p>“Aku di sini, Gorg. Nggak perlu sekeras itu manggilnya,” ujar Yanee sambil menutup buku Fisikanya.</p>
<p>Fifi tak memedulikan teguran Yanee. “<em>Be my Valentine</em>! Sekolah kita ngadain <em>Valentine party</em>, Swee! Keren, kan?” mata Fifi berbinar-binar.</p>
<p>Yanee tak tega melihat sahabatnya itu meluap-luap tanpa teman. Dengan senyum yang sekarang terkembang, Yanee menyahut, “wah, keren. Kamu mau ikut? Harus bawa pasangan nggak?”</p>
<p>Fifi menyodorkan selebaran itu ke depan Yanee. Tapi, dia tak tahan juga untuk tidak mengoceh sementara Yanee membaca. “Harus bawa pasangan, Swee. Nggak pacar nggak apa-apa. Tapi harus lawan jenis. Jadi konsepnya itu bisa jadi ajang menyatakan perasaan. Atau ajang nembak gitu.”</p>
<p>Yanee terkekeh. “Ide gila. Siapa yang mau <em>nyatain</em> perasaan di depan sejuta umat seperti itu? Di pesta lagi. Aih.” Kalimat Yanee terhenti saat dia melihat Fifi terdiam. Fifi terlihat sedang berpikir. “Ya, ampun! Jangan bilang kamu mau ikutan pesta ini, Gorg!”</p>
<p>Fifi memandang Yanee dengan senyuman yang teramat lebar. “Kita harus ikut, Swee. Harus! Kita nggak boleh ketinggalan perkembangan zaman. Kita harus mengikuti tren.” Suara Fifi terdengar bersemangat sekali.</p>
<p>Yanee menepuk keningnya. “Kamu ngomong apa sih? Perkembangan zaman? Astaga, Gorg! Itu kan cuma pesta <em>Valentine</em>. Lagian ke sana harus bawa pasangan. Kamu mau pergi sama siapa coba?”</p>
<p>Fifi mengerjapkan matanya beberapa kali. Senyumnya merekah. Dia terlihat bahagia sekali. Yanee memandang sahabatnya tanpa berkedip dan satu detik kemudian dia memekik, “Hah! Jangan bilang kamu mau <em>nembak</em> Kaisar di pesta itu!”</p>
<p>Fifi tertawa terkikik-kikik. “Kamu sahabat yang baik. Bisa membaca pikiranku. Terima kasih!” Fifi memandang Yanee. “Aku akan memikirkan langkah-langkah untuk mengajak Kaisar.”</p>
<p>Yanee memandang sahabatnya itu sekali lagi. Kemudian menepuk keningnya. “Hadoh!”</p>
<p>***</p>
<p>Fifi melangkahkah kakinya cepat-cepat. Hari ini dia datang pagi sekali. Alasan pertama, karena mama pergi ke luar kota. Mau tak mau, suka tak suka, Fifi diantarkan super pagi ke sekolah. Pak Ali, sopir mereka, sedang sakit hari ini. Fifi tak keberatan diantarkan mama lebih awal karena alasan kedua, dia belum mengerjakan PR Matematika.</p>
<p>Semalaman Fifi mencoba membuat daftar bagaimana mengajak Kaisar ke pesta itu. Lebih tepatnya bagaimana agar cowok yang ditaksirnya sejak masuk ke SMA ini ada di pesta Valentine sekolah mereka. Senyum Fifi merekah saat dia mengingat Kaisar.</p>
<p>Saat itu hujan deras. Fifi dan Yanee terpaksa berdiri di teras bagian depan sekolah bersama belasan murid lain yang menunggu jemputan mereka. Entah dari mana arahnya, beberapa murid cowok berjalan tergesa-gesa melewati Fifi dan Yanee. Dan, “ouch,” Fifi menjerit.</p>
<p>Cowok yang berjalan paling belakang berhenti dan menatap Fifi yang masih meringis kesakitan. Pandangan matanya kemudian jatuh ke sepatu Fifi. Tercetak pola berwarna cokelat di atas sepatu kulit hitam Fifi. Mata cowok itu terbelalak. “Maaf!” dia berseru. Lalu, tangannya merogoh ke dalam saku, mengeluarkan sapu tangan putih, berjongkok di depan Fifi, dan membersihkan noda itu dengan sapu tangannya.</p>
<p>Kejadian itu cepat sekali. Fifi sama sekali tak menduga si cowok yang tadi menginjak sepatunya akan berjongkok dan membersihkan noda itu dengan sapu tangan. Sapu tangan! Warna putih! Dan saat si cowok menggumamkan kata maaf sekali lagi, kemudian berlalu dari hadapannya, Fifi sudah jatuh cinta setengah mati. Fifi. Jatuh cinta dengan cowok penginjak sepatu.</p>
<p>Seminggu setelah itu Fifi sudah mendapatkan segudang informasi tentang cowok <em>gentle </em>itu. Yeah, satu kata itu yang jadi andalan Fifi saat dia dengan bangga bercerita pada Yanee sahabatnya. Kaisar yang <em>gentle </em>itu ternyata juga anak baru. Kaisar yang <em>gentle </em>itu punya senyum yang teramat manis. Kaisar yang <em>gentle </em>itu pintar Matematika. Kaisar yang <em>gentle </em>itu belum punya pacar. Kaisar yang <em>gentle </em>itu&#8230;.</p>
<p>“Fi! Sini!” sebuah suara dari belakang Fifi membuat lamunannya tentang Kaisar buyar.</p>
<p>Fifi menoleh dan mendapati Benny berdiri beberapa langkah saja di belakangnya. Benny menggerakkan tangannya, meminta Fifi menghampirinya. Dengan pandangan yang bertanya-tanya Fifi berjalan mendekati Benny.</p>
<p>“Ikut aku,” Benny tak memberikan kesempatan sedikit pun pada Fifi untuk bertanya. Dan langkah kaki Benny yang lebar berhenti di sebuah bangku panjang di bawah pohon rindang. “Sini duduk,” kata Benny sambil menepuk-tepuk bagian bangku yang kosong di sampingnya.</p>
<p>Fifi menurut. Dengan kening yang masih berkerut dia duduk. “Ada apa sih, Ben?” akhirnya Fifi tak tahan untuk tidak bertanya.</p>
<p>“Eeehh,” cowok berkulit putih itu ragu selama beberapa saat. Dia mengalihkan tatapan matanya dari Fifi ke rumput-rumput yang basah. “Kamu datang ke pesta <em>Valentine </em>itu, Fi?” tanya Benny lirih.</p>
<p>Fifi mengerjapkan matanya. “Iya,” jawabnya singkat. Dia sama sekali tak mengerti kenapa Benny bertanya.</p>
<p>“Kenapa kamu manggil Yanee dengan sebutan ‘Swee’?” tanya Benny lagi. Dan sebelum Fifi sempat menjawab, Benny melanjutkan, “dan kenapa dia memanggil kamu ‘Gorg’?” Kerutan di kening Fifi bertambah banyak. “Kamu kenapa sih, Ben?”</p>
<p>“Yanee nanti datang ke pesta itu juga?” Benny bertanya lagi.</p>
<p>Sebelum Fifi sempat membuka mulut untuk menjawab, Benny menghamburkan lebih banyak kata dari mulutnya, “aku suka Yanee. Aku ingin <em>nembak</em> Yanee di pesta itu. Kamu bisa bantuin aku, nggak? Pastikan dia datang.”</p>
<p>Mata Fifi membelalak lebar. Benny suka Yanee? Hmm. Sebetulnya tidak semengejutkan itu sih. Benny selalu memberikan perhatian lebih pada Yanee. Tapi, tetap saja Fifi terkejut. Apalagi Benny akan menyatakan perasaannya saat pesta. Persis seperti dirinya.</p>
<p>“Aku akan pastikan Kaisar datang,” Benny memandang Fifi lekat-lekat. “Itu balasanku untuk kebaikanmu. Untuk memastikan Yanee akan datang.”</p>
<p>Sekarang mulut Fifi membentuk huruf O. Fifi melongo. Ha? Benny tahu tentang Kaisar?</p>
<p>“Sudah. Nggak usah tanya aku tahu dari mana. Yang penting Yanee dan Kaisar datang di pesta itu,” Benny berdiri dari tempat duduknya. Memandang Fifi sebentar kemudian melangkah pergi.</p>
<p>“Ben!” Fifi setengah berteriak. “Swee itu dari <em>sweetie</em>. Gorg itu dari <em>gorgeous</em>.”</p>
<p>Benny tersenyum, lalu melambaikan tangannya.</p>
<p>***</p>
<p>Fifi sibuk membuka majalahnya. <em>Be My Valentine Party</em> tinggal tiga hari lagi. Fifi ingin semuanya sempurna di hari itu. Fifi ingin segalanya berjalan sempurna. Fifi ingin tampil sempurna.</p>
<p>“Swee, <em>sophisticated </em>itu artinya apa ya?” tanya Fifi sambil tetap sibuk melototi majalah.</p>
<p>“Baca apaan, sih?” bukannya langsung menjawab, Yanee malah bertanya.</p>
<p>“Ini. Beberapa tip untuk baju pesta. Aku ingin terlihat <em>sophisticated</em>,” Fifi menunjukkan majalahnya. Yanee melihat dengan seksama.</p>
<p>“<em>By the way, busway, </em>kamu mau pakai baju apa ke pesta itu?”</p>
<p>“Kapan pernah aku bilang mau datang?” kalimat Yanee mengagetkan Fifi.</p>
<p>“Kamu harus datang!” Fifi tak menyadari suaranya melengking tinggi. Yanee memandang Fifi dengan heran. “Kenapa harus? Aku kan lagi nggak suka siapa-siapa. Nggak mau nembak siapa-siapa. Ngapain juga aku ke pesta itu?”</p>
<p>Fifi memandang Yanee sejenak. “Mmm, mungkin kamu ditembak,” gumam Fifi.</p>
<p>“Apa?” Yanee mengerutkan keningnya. “Enggak dengar, Gorg. Kamu bilang apa tadi?”</p>
<p>“Woi. Ada titipan surat,” Benny datang ke meja Fifi dan Yanee. Diletakkannya surat <em>pink </em>di depan Fifi. <em>To Fifi, From Kaisar</em>. Fifi bisa membacanya dengan jelas.</p>
<p>Ha? Kaisar?</p>
<p>Fifi memandang Benny tak mengerti. Benny hanya mengedipkan sebelah matanya. Kemudian berlalu begitu saja.</p>
<p>“Emang ada orang yang masih kirim surat hari <em>gini</em>?” Yanee berdecak.</p>
<p>“Ada. Nih buktinya,” sahut Fifi lemah. Tangannya menggenggam surat <em>pink</em> itu tanpa berniat membukanya. Dari Kaisar? Yang benar saja!</p>
<p>“Ayo, buka,” seru Yanee.</p>
<p>Fifi menarik napas sebentar, kemudian membuka surat pink itu.</p>
<p><em>Dear Fifi,</em></p>
<p><em>Be my valentine!</em></p>
<p><em> – Kaisar –</em></p>
<p>“Haaaaa?” Fifi ingin pingsan seketika.</p>
<p>“Wuuaaa. Kaisar <em>nembak</em> kamu tuh. Jadi teknisnya bukan kamu yang <em>nembak</em> duluan. Tapi Kaisar itu yang <em>nembak</em> duluan. Cihui!” Yanee yang biasanya pendiam pun jadi ramai berkomentar.</p>
<p>“Iya ya?” Fifi tak bisa mencegah dirinya tersenyum lebar.</p>
<p>***</p>
<p><em>This is the day! </em></p>
<p>Fifi benar-benar tak bisa berhenti tersenyum. Hari ini pesta itu akan terjadi. Hari ini sebagian takdirnya akan terpenuhi. Yeah, secara teknis baru nanti malam terjadi. Tapi intinya takdirnya menemukan <em>soulmate </em>akan terjadi hari ini. Entah siapa menembak siapa di pesta nanti sudah tidak penting lagi. Yang penting adalah Fifi sudah tahu perasaan Kaisar untuknya. Yang penting adalah Fifi sudah tahu nanti malam dia akan mengenakan baju apa. Yang membuatnya terlihat <em>sophisticated </em>pastinya.</p>
<p>Seharian ini Fifi sibuk mempersiapkan diri. <em>Hairspa, facial, manicure, pedicure, </em>luluran, semuanya Fifi lakukan dalam sehari. Tidak lupa Fifi mematikan ponselnya. Dia benar-benar tidak ingin diganggu. Dia benar-benar mempersiapkan semuanya. Dia ingin segalanya sempurna.</p>
<p>Jam empat tepat Fifi sudah ada di rumah. Dia sekali lagi mempersiapkan dirinya. Mengenakan baju yang dia pilih jauh hari sebelumnya. Memoleskan <em>makeup </em>natural yang membuatnya terlihat sangat cantik.</p>
<p>“Wow. <em>You look gorgeous!</em>” Mama berdiri di ambang pintu, tersenyum mengamati Fifi. Fifi tertawa senang. “Itu kenapa Yanee memanggil Fifi <em>Gorg, </em>Ma.”</p>
<p>Mama menghampiri Fifi dan membetulkan tali tas kecilnya. “Nanti bareng Yanee?”</p>
<p>Fifi menggeleng. “Nggak. Nanti ketemu di pesta aja.”</p>
<p>“Okelah kalau begitu. Selamat bersenang-senang,” ujar mama sambil berjalan mengantarkan Fifi ke halaman depan rumah.</p>
<p>Fifi masuk ke mobil. Pak Ali tersenyum ramah. “Cantik banget, Non.”</p>
<p>“Ah, Pak Ali ini bisa saja. Terima kasih,” ujar Fifi. Pipinya memerah karena merona bahagia. “Ayo, kita meluncur ke tempat pesta!” suara Fifi terdengar ceria sekali.</p>
<p>Sepanjang perjalanan Fifi sibuk melamunkan Kaisar. Membayangkan apa saja yang akan terjadi di sana. Iya, di pesta itu. Bersama Kaisar.</p>
<p>Oh! Tiba-tiba bayangan Yanee melintas.</p>
<p>Seharian ini Fifi belum dapat kabar apa-apa dari Yanee. Dia hanya sempat memastikan untuk bertemu di tempat pesta. Fifi mengambil <em>ponsel</em>-nya dari dalam tas dan mengaktifkannya. Belum sempat dia menelpon Yanee, beberapa sms masuk ke <em>inbox-</em>nya. Fifi mengerutkan kening.</p>
<p><em>Aku sakit.</em> – sms 1</p>
<p><em>Ga bisa ke pesta.</em> – sms 2</p>
<p><em>Masuk rumah sakit.</em> – sms 3</p>
<p>Secepat kilat Fifi menelpon nomor <em>ponsel</em> Yanee. Suara Ibu Yanee terdengar setelah deringan kedua. “Halo, Tante. Yanee kenapa?”</p>
<p>Yanee. Tifus. Rumah sakit. Tiga hal itu berputar-putar di kepala Fifi. Yanee sakit? Tifus? Kenapa Fifi tak pernah menyadarinya. Toh tifus itu bukan sakit yang tiba-tiba. Pasti ada gejalanya dulu. Kenapa Fifi sampai tak tahu jika Yanee sakit? Fifi sibuk menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa belakangan ini dia terlalu sibuk dengan urusan Valentine, cowok, baju, pesta dan segala macam? Kenapa semua hal itu membuatnya abai dengan sahabatnya sendiri? Kenapa dia jadi tidak memperhatikan apapun lagi termasuk sahabatnya yang sakit?</p>
<p>Fifi menarik napas. Perasaan bersalah mulai datang dan menguasai hatinya. Dia menyesal sekali. Pantas saja belakangan ini Yanee tidak terlihat ceria. Pantas saja Yanee agak pucat. Pantas saja Yanee terlihat lesu. Ah, seandainya Fifi jauh lebih perhatian.</p>
<p>Mobil berbelok di pertigaan besar. Sebentar lagi Fifi sampai di tempat pesta. Sebentar lagi dia akan bertemu Kaisar. Sebentar lagi dunianya pasti akan lebih berwarna. Sebentar lagi dia pasti sangat bahagia. Fifi tersenyum saat membayangkan semuanya.</p>
<p>Lalu, bayangan Yanee melintas.</p>
<p>Fifi menarik napas lagi. Sahabatnya itu sedang di rumah sakit. Dirawat di rumah sakit. Apa iya dia tega membiarkan Yanee yang baik hati itu di rumah sakit sendirian, sementara dia berpesta? Fifi menarik napas. Tentu saja tidak, bantah hatinya. Tapi kemudian bayangan Kaisar melintas. Aku ingin bersama Kaisar. Aku ingin bahagia. Fifi menarik napas lagi. Sial. Kenapa ada dua suara dalam dirinya? Kenapa mereka bertengkar? Fifi memejamkan matanya.</p>
<p>“Pak, kita ke Rumah Sakit Harapan aja ya. Yanee masuk rumah sakit,” akhirnya suara Fifi terdengar juga.</p>
<p>Pak Ali tak berkata apapun selain mengiyakan permintaan Fifi.</p>
<p>***</p>
<p>Fifi mengetuk pintu itu satu kali, kemudian langsung membukanya. Mata Fifi langsung tertumbuk ke Yanee yang sedang berbaring sendirian di atas ranjang dengan selang dan jarum infus di tangan kirinya.</p>
<p>Yanee tampak terkejut. Matanya membulat melihat Fifi. Tapi hanya sebentar. Mata yang tadinya sayu itu kini berbinar. “Kamu nggak ke pesta, Gorg?”</p>
<p>Fifi tersenyum. Ditariknya sebuah kursi dari sudut ruangan. Dia duduk di samping Yanee. “Nggak asyik kalo nggak ada elu, Swee,” Fifi nyengir.</p>
<p>Yanee tertawa lemah. “Terima kasih. Kamu baik sekali.”</p>
<p>“Orang yang baik pasti dapat teman yang baik. Itu berarti kamu orang yang baik karena aku teman yang baik,” ujar Fifi ceria.</p>
<p>Yanee tertawa lagi. “<em>You look gorgeous,</em>” katanya sambil memandang Fifi.</p>
<p>“<em>I am,</em>” Fifi mengerling. “Oya!” Fifi merogoh sesuatu dari tas kecilnya. Diambilnya sekotak cokelat. Kartu kecil di atas kotak itu diambil. Lalu, diulurkan kotak itu ke Yanee. “<em>Be my valentine, </em>Swee,” Fifi menyeringai.</p>
<p>“Aaahhh. <em>You are so sweet. </em>Makasih banyak, Gorg,” Yanee berbinar melihat cokelat di tangannya. “Eh, lalu Kaisar bagaimana?” tanya Yanee sambil menatap Fifi.</p>
<p>Fifi tersenyum, “Kaisar nggak akan kemana-mana. Masih ada esok buat nyatain perasaan sayang. Dia bisa menunggu. Nggak harus Valentine, kan?”</p>
<p>Yanee mengangguk-angguk. “Tapi&#8230;. Boleh kan aku ngucapin <em>Happy Valentine </em>ke kamu? Boleh kan kita ngerayain valentine di sini dengan makan cokelat ini?”</p>
<p>“Tentu saja boleh! <em>Happy Valentine!</em>”</p>
<p>“<em>Happy Valentine! </em>Mari makan cokelat!”</p>
<p>“Eh, memang boleh gitu sakit tifus makan cokelat?”</p>
<p>“Sepertinya boleh&#8230;.” Cengiran tampak di wajah pucat Yanee.</p>
<p>Fifi balas menyeringai. <em>Valentine </em>di rumah sakit bersama sahabat? Mmm, sepertinya tak semua orang bisa merasakan itu. Tak begitu buruk, bukan? Fifi tersenyum melihat Yanee sibuk berceloteh tentang betapa sakitnya saat jarum infus ditusukkan ke telapak tangan. Oh ya, Kaisar! Apa kabar dia? Fifi mengambil ponsel, mengetik dengan cepat dan menekan <em>send. Happy Valentine</em>, Kai!***</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Gadis No. 04 (3-13 Februari 2012)" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/430990_10150533956224342_771694341_8982302_1195164386_n.jpg" alt="" width="382" height="432" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisisswistien.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisisswistien.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisisswistien.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisisswistien.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisisswistien.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisisswistien.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisisswistien.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisisswistien.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisisswistien.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisisswistien.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisisswistien.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisisswistien.wordpress.com/1255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisisswistien.wordpress.com/1255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisisswistien.wordpress.com/1255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1255&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/19/be-my-valentine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/227cf526dd307726da062660c085f50a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thisisswistien</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/430990_10150533956204342_771694341_8982301_619020355_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Be My Valentine!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/430990_10150533956224342_771694341_8982302_1195164386_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gadis No. 04 (3-13 Februari 2012)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>welcome to fizzyfreak!</title>
		<link>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/18/welcome-to-fizzyfreak/</link>
		<comments>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/18/welcome-to-fizzyfreak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 01:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Swistien Kustantyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>
		<category><![CDATA[fizzyfreak]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisisswistien.wordpress.com/?p=1242</guid>
		<description><![CDATA[heyho. pagi ini saya senaaannnggg sekali. kenapakah? karena saya ingin mengumumkan blog baru saya. yiiihhhhaaaa. setelah sekian lama tertunda, hari ini saya gladly announce that i have a new blog http://www.fizzyfreak.com/ well, blog itu udah lumayan lama saya bikin, tapi baru hari ini saya umumin ke jagat raya. kenapakah? banyak alasan. yang pertama, saya nggak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1242&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class=" aligncenter" title="FizzyFreak" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/421418_10150576133989342_771694341_9093246_2068763949_n.jpg" alt="" width="417" height="116" /></p>
<p>heyho.</p>
<p>pagi ini saya senaaannnggg sekali. kenapakah? karena saya ingin mengumumkan blog baru saya. yiiihhhhaaaa. setelah sekian lama tertunda, hari ini saya gladly announce that i have a new blog <a href="http://www.fizzyfreak.com/">http://www.fizzyfreak.com/</a></p>
<p>well, blog itu udah lumayan lama saya bikin, tapi baru hari ini saya umumin ke jagat raya. kenapakah? banyak alasan. yang pertama, saya nggak pede. demi Tuhan, saya butuh beberapa minggu untuk meyakinkan diri saya sendiri bahwa it&#8217;s going to be alright. everything will be okay. saya betul-betul nggak pede ngumumin blog saya yang ditulis dalam bahasa inggris itu.</p>
<p><span id="more-1242"></span></p>
<p>nggak pedenya karena yeah bahasa inggris gitu loh. sementara saya bukan penutur asli. not an english native speaker. mampus, kan? gimana coba kalau saya salah? gimana coba kalau tulisan saya garing, kriuk, mampus? ah, saya nggak pedeeeee. lalu, nggak pede yang kedua adalah karena blog itu blog si fizzy, bukan blog swistien ini.</p>
<p>di blog saya yang ini, saya bebas ngomong apa saja. kalau saya patah hati, ya silakan baca curhat nggak penting saya tentang patah hati sampai kalian enek. akakakkak. kalau kalian nggak suka, silakan minggat. begitu itu yang selalu saya bilang tentang blog saya ini. yaeyalaaahhh, judulnya aja thisisswistien.</p>
<p>tapi tidak dengan blog si fizzy itu. saya harus menulis dari sudut pandang fizzy. tentang dunia fizzy. susah sekali memisahkan antara saya dan fizzy. dan saat menuliskan itu saya harus super hati-hati agar saya yang swistien ini tidak masuk seutuhnya ke dalam diri fizzy.</p>
<p>well, fiksi itu campuran antara imajinasi dan sesuatu yang nyata. fizzy saya buat berumur 30 dan bekerja sebagai pustakawan. well, itu saya, bukan? ahahahah. saya bikin seperti itu semata-mata memudahkan karakterisasi dan jalan cerita.</p>
<p>saya sedang belajar menulis cerita dalam bahasa inggris. saya fokus ke bagaimana menulis yang baik sehingga saya tak punya lagi energi untuk membuat tokoh baru yang benar-benar baru. padahal tokoh itu kan nggak cuma satu. buanyak. maksud saya dalam cerita fizzy saja tokohnya banyak. jadi saya betul-betul tak punya energi untuk memikirkan semua itu.</p>
<p>tapi, jangan kuatir. fizzy bukanlah swistien. kalau swistien ini pemarah bukan main, fizzy itu cute, imut, lucu, pinter (halah). pokoknya saya ingin buat si fizzy ini orang yang baik.</p>
<p>yani bilang fizzy ini bentuk alter ego saya. well, saya sih senang-senang aja punya alter ego seperti fizzy. hehe.</p>
<p>sebetulnya saya ingin semua sempurna saat saya mengumumkan si fizzy kepada dunia. saya ingin semua kategori yang ada di kepala saya sudah saya tulis. saya ingin semua sudah lengkap. tapiiii&#8230;. huaaaa&#8230;. kalau nunggu sempurna pasti nggak bakalan jadi diumumin.</p>
<p>jadilah hari ini saya tetapkan sebagai hari lahir fizzy ke dunia maya. selamat datang fizzy. aku cinta kamu. dan semoga orang lain juga mencintaimuuuu. (hayaelaaahhh saya ini norak sekali &gt;_&lt;)</p>
<p>mmm, sepertinya saya harus berterimakasih kepada beberapa orang untuk kelahiran fizzy ini.</p>
<p>yang pertama, tentu saja kepada yanee. dia yang keukeuh memaksa saya membaca novel berbahasa inggris. dia yang memesankan buku dari book depository. dia yang percaya bahwa suatu hari nanti saya bisa sehebat sophie kinsella (amiiinnn 1juta kali).</p>
<p>yang kedua, tentu saja <a href="http://singlemom-diary.blogspot.com/">bunda</a>. bundalah yang hobi mengirim e-book berbahasa inggris ke saya. seperti yanee, bunda juga yang suka maksa-maksa saya membaca novel berbahasa inggris. jika dia punya sesuatu hal yang lucu, pasti dia membaginya dengan saya. bunda jugalah yang memberikan tagline untuk si fizzy.</p>
<p>yang ketiga, tentu saja <a href="http://fajarspramono.blogspot.com/">pendek</a>. karena pendek satu-satunya sahabat yang bilang jempol saat saya ingin <a href="http://thisisswistien.wordpress.com/2011/12/28/loncat-mimpi/">loncat mimpi</a>. pendek juga yang men-support saya dengan pinjaman buku-bukunya. bahkan dia meminjamkan t(w)ititnya. huahahahah #ngakak</p>
<p>yang keempat, tentu saja farick ziat. tanpanya fizzy freak hanyalah cerpen yang teronggok di file laptop seorang penulis yang nggak pedean. farick ziat memberikan kesempatan untuk fizzy muncul ke dunia melalui majalah gadis. dia memberi kesempatan pada fizzy untuk disukai banyak orang (percayalah, lebih banyak pembaca di luar sana yang cinta fizzy daripada cinta saya. kakakak).</p>
<p>yang kelima, last but not least, tentu saja <a href="http://simplyindonesia.wordpress.com/">bembi</a>. bembi ini super hero si fizzy. dia juru penyelamat sejak mula. dia yang memilihkan theme untuk fizzy. dia yang mengurus segala macam rupa tetek bengek yang saya nggak ngerti (blog berbayar jauh lebih rumit dari blog gratisan &gt;_&lt;). dia melakukan segalanya untuk saya dan fizzy.</p>
<p>ah, berjuta terima kasih pun tak akan pernah cukup saya ucapkan untuk kalian berlima. saya tak tau lagi bagaimana menyampaikan rasa terima kasih ini. Tuhan, sayangilah yanee, bunda, pendek, mas farick dan bembi. sayangi mereka, ya Tuhan. saya cuma bisa berdoa seperti itu.</p>
<p>well, back to fizzy. silakan mampir, silakan membaca dan silakan berkomentar. setiap postingan bisa dibaca sendiri-sendiri sebagai a single post, or maybe a single story. tapi bisa juga dibaca berseri dengan mulai dari postingan paling awal. atau terserah deh kalian mau baca yang mana. akakakak.</p>
<p>memang belum banyak isinya. tapi saya janji saya akan rajin mengisi. saya akan rajin menulis. demi saya sendiri. demi fizzy. dan demi kalian (kalau yang terakhir ini sumpah mati kepedean. akakakak).</p>
<p>oya, ada satu hal lagi. seperti yang sudah saya bilang. yang saya tulis di blog fizzy itu adalah fiksi. sekali lagi, fiksi itu campuran imajinasi dan kenyataan. jika ingin menebak-nebak mana yang pure fiction, mana yang pure imagination, mana yang real, boleh. silakan saja. tapi jangan men-judge semua real.</p>
<p>karena suatu hari, seorang teman dari luar negeri bernama hamid yang sudah membaca fizzy dengan lugunya bertanya, &#8220;is your boss really that handsome?&#8221;</p>
<p>heyyyaaa. saya ngakak sampai keluar air mata. saya jawab, &#8220;oh my goooddd. that&#8217;s fizzy&#8217;s boss! not mine! ahahahahah.&#8221;</p>
<p>yeah, bos si fizzy memang ganteng luar biasa. seksi luar biasa. bos saya? ganteng sih. tapi nggak seganteng gong yoo seperti bos fizzy. akakakaka *ampun pak booosss*</p>
<p>wew. sepertinya saya sudah terlalu banyak mengoceh. saya harus berhenti dan membiarkan kalian menyusuri fizzy. selamat datang saya ucapkan sekali lagi ke <a href="http://www.fizzyfreak.com/">http://www.fizzyfreak.com/</a></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="Fizzy Freak" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/35315_406053039341_771694341_4485318_4499385_n.jpg" alt="" width="300" height="382" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisisswistien.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisisswistien.wordpress.com/1242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisisswistien.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisisswistien.wordpress.com/1242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisisswistien.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisisswistien.wordpress.com/1242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisisswistien.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisisswistien.wordpress.com/1242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisisswistien.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisisswistien.wordpress.com/1242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisisswistien.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisisswistien.wordpress.com/1242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisisswistien.wordpress.com/1242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisisswistien.wordpress.com/1242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1242&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/18/welcome-to-fizzyfreak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/227cf526dd307726da062660c085f50a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thisisswistien</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/421418_10150576133989342_771694341_9093246_2068763949_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FizzyFreak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/35315_406053039341_771694341_4485318_4499385_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fizzy Freak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>my prince charming</title>
		<link>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/18/my-prince-charming/</link>
		<comments>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/18/my-prince-charming/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 23:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Swistien Kustantyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[fall in love]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[prince charming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisisswistien.wordpress.com/?p=1229</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;kamu sih kalo jatuh cinta sama orang enggak mikir. harusnya mikir dong. kalo udah nggak mungkin ya nggak usah aja. jatuh cinta itu sama yang mungkin aja.&#8221; wedew. saya jatuh cinta, patah hati dan diomelin. lengkap sudah. haha. tapi toh saya enggak ambil pusing. saya anggap itu perhatian dia untuk saya karena seumur-umur saya kerja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1229&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://thisisswistien.files.wordpress.com/2012/02/prince-charming3.jpg?w=214"><img class="aligncenter" style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="my prince charming" src="http://thisisswistien.files.wordpress.com/2012/02/prince-charming3.jpg?w=229&#038;h=320" alt="" width="229" height="320" /></a>&#8220;kamu sih kalo jatuh cinta sama orang enggak mikir. harusnya mikir dong. kalo udah nggak mungkin ya nggak usah aja. jatuh cinta itu sama yang mungkin aja.&#8221;</p>
<p>wedew. saya jatuh cinta, patah hati dan diomelin. lengkap sudah. haha. tapi toh saya enggak ambil pusing. saya anggap itu perhatian dia untuk saya karena seumur-umur saya kerja di kantor yang sekarang, baru kali ini dia melihat saya jatuh cinta. mungkin begitu.</p>
<p>oya, yang ngomong itu teman kerja saya, yang sudah ibu-ibu, yang mungkin sudah lupa rasanya jatuh cinta.</p>
<p><span id="more-1229"></span></p>
<p>mmm, emang jatuh cinta itu sempat mikir ya? bisa gitu mikir? saya rasa sih enggak.</p>
<p>tadi saya ketemu tante pimpom, setelah setahun nggak ketemu. ada satu hal yang begitu saya sukai dari pertemuan tadi. tante pimpom bilang, &#8220;hati itu tidak pernah melihat rupa, harta, dan segala macam.&#8221;</p>
<p>saya mengartikannya sebagai: jatuh cinta ya jatuh cinta. enggak pakai liat apakah dia ganteng, atau kaya, atau brilian, atau apa. sesederhana itu. dan saya setuju. toh kalau saya sekarang ditanya kenapa saya suka sama si cowok itu, saya nggak bakalan bisa jawab.</p>
<p>lalu tante pimpom menambahkan, &#8220;hati selalu tahu ke mana dia pulang, tante.&#8221;</p>
<p>ah&#8230;, begitu ya?</p>
<p>tadi siang saya menangis lagi. saya merasa sedih yang teramat sangat. saya merasa tak ada satu pun cowok yang benar-benar menginginkan saya. yang benar-benar menyayangi saya. yang jatuh cinta sama saya. tak ada satu pun.</p>
<p>wew. saya itu menyedihkan, ya? maksudnya menyedihkan sampai berpikir seperti itu. pernah satu kali saya pesan seperti ini ke ririn, &#8220;rin, kalau besok aku tetep nggak nikah, trus aku udah tua, kamu yang ngerawat aku, ya?&#8221; dan ririn pun terbahak-bahak. &#8220;masak iya kamu sedesperate itu?</p>
<p>saya tau jika saya mengeluhkan tak-ada-cowok-yang-mau-sama-saya ke beberapa teman, pasti saya akan mendapatkan jawaban klise nan standar, yang berbunyi, &#8220;pasti ada. tunggu aja.&#8221;</p>
<p>tapi toh saya tak bisa marah karena jika ada yang mengeluhkan hal serupa: bahwa dia merasa tak ada yang mencintai, saya akan memberikan jawaban yang sama, &#8220;pasti ada. tunggu aja.&#8221;</p>
<p>tadi siang selesai shalat saya menangis sendirian di mushala yang sepi. saya tidak berdoa. saya hanya mengulang-ulang kalimat-kalimat yang sama. &#8220;i dont know what to do. i dont know what to do. just tell me, God, what i should do. tell me what i should do. coz i really dont know what to do.&#8221;</p>
<p>yeah, rapalan saya siang itu nggak keren. kakakakak. well, bagaimana lagi, saya nggak bisa mikir apa-apa kecuali sederet kalimat itu.</p>
<p>tadi malam saya sampai kos jam 8-nan. saya langsung buka laptop dan mendapati satu email dari <a href="http://singlemom-diary.blogspot.com/">bunda</a> yang membuat saya ngakak. bunda itu satu dari sedikit orang yang begitu saya sukai karena dia satu dari sedikit orang yang selalu bisa membuat saya ngakak-ngakak.</p>
<p>email bunda bunyinya gini:</p>
<p>Baru baca quote ini Tan..<br />
lucu deh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div><img src="http://www.searchquotes.com/images/quotemarkleft.png" alt="" /> Someday your prince charming will come. Mine just took a wrong turn, got lost, and is too stubborn to ask for directions. <img src="http://www.searchquotes.com/images/quotemarkright.png" alt="" /></div>
<p> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
Be positive<br />
*hugs</p>
<p>saya baca itu dan ngakak abiiiiisss. yeah, bunda itu emang antik. hwikikik. alih-alih bilang &#8220;pasti ada yang mau sama lu, tunggu aja&#8221;, bunda menyampaikannya dengan cara lain.</p>
<p>ah, bunda benar. my prince charming ada di luar sana. dia cuma salah jalan, salah belokan, tersesat dan terlalu keras kepala untuk menanyakan arah yang benar.</p>
<p>pagi ini saya sudah jauh lebih tenang dari saya yang kemarin. saya pun akan melaksanakan nasihat bunda yang klise itu (dia pun mengakui itu klise sekali). nasihat itu adalah untuk move on. melanjutkan hidup. mengurangi beberapa hal yang hanya membuat saya sakit. berpikir positif. dan apalagi ya&#8230;. ah, hanya itu yang saya ingat.</p>
<p>untuk semua cewek single di luar sana, someday your prince charming will come! He just took a wrong turn, got lost, and is too stubborn to ask for directions. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>#ditulis tadi malam, diselesaikan pagi ini karena tepar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisisswistien.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisisswistien.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisisswistien.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisisswistien.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisisswistien.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisisswistien.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisisswistien.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisisswistien.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisisswistien.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisisswistien.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisisswistien.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisisswistien.wordpress.com/1229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisisswistien.wordpress.com/1229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisisswistien.wordpress.com/1229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1229&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/18/my-prince-charming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/227cf526dd307726da062660c085f50a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thisisswistien</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thisisswistien.files.wordpress.com/2012/02/prince-charming3.jpg?w=214" medium="image">
			<media:title type="html">my prince charming</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.searchquotes.com/images/quotemarkleft.png" medium="image" />

		<media:content url="http://www.searchquotes.com/images/quotemarkright.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>my valentine&#8217;s days</title>
		<link>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/15/my-valentines-days/</link>
		<comments>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/15/my-valentines-days/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Feb 2012 01:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Swistien Kustantyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[valentine's day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisisswistien.wordpress.com/?p=1220</guid>
		<description><![CDATA[kemarin itu theme song of the day saya lagu judika, aku yang tersakiti. seharian ituuuuu terus yang saya putar. di playlist winamp saya hanya ada satu lagu. ya lagu itu. bu yupi, teman satu ruangan, sampai komentar, &#8220;tiiin, aku sampai hapal liriknya.&#8221; kekekek. begitulah. saya yang patah hati, orang lain yang menderita. ahahahah. saya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1220&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 230px"><a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/f/f3/The-Artist-poster.png/220px-The-Artist-poster.png"><img class=" " style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="the artist" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/f/f3/The-Artist-poster.png/220px-The-Artist-poster.png" alt="" width="220" height="293" /></a><p class="wp-caption-text">the artist</p></div>
<p>kemarin itu theme song of the day saya lagu judika, aku yang tersakiti. seharian ituuuuu terus yang saya putar. di playlist winamp saya hanya ada satu lagu. ya lagu itu. bu yupi, teman satu ruangan, sampai komentar, &#8220;tiiin, aku sampai hapal liriknya.&#8221; kekekek. begitulah. saya yang patah hati, orang lain yang menderita. ahahahah.</p>
<p>saya yang tak bisa nyanyi sedikit pun, yang tak pernah mau bersuara saat karaoke bersama dan yang buta nada sebuta-butanya, kemarin itu melolong-lolong mencoba menirukan suara judika. &#8220;Oh Tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku. Aku pun ingin bahagia walau tak bersama diaaaaa.&#8221;</p>
<p><span id="more-1220"></span></p>
<p>yeah, dua kalimat dari lagu judika itu menjadi semacam mantra. saya memang lagi sebel sama diri saya sendiri. bagaimana tidak, belakangan ini definisi bahagia di otak saya menyempit begitu rupa. dulu, saat saya belum ketemu si pembuat kopi, bahagia itu pulang kerja langsung nonton dvd korea. bahagia itu belanja novel sepuluh ribuan di gramedia plangi. bahagia itu dua gelas kopi hitam tiap malam. bahagia itu seperti itu.</p>
<p>tapi tidak setelah bertemu dia. dvd korea, novel sepuluh ribuan dan kopi hitam tak bisa lagi membuat saya bahagia. definisi bahagia kemudian menyempit. bahagia itu saat dia sms saya, saat dia mem-whatsapp saya, dan saat dia menelpon saya. bahagia itu seperti itu.</p>
<p>huaaaaa &gt;_&lt;</p>
<p>itu kenapa lagu judika menjadi semacam mantra. aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia. well, tidak berati saya harus punya gebetan lain. tidak berati saya harus jatuh cinta dengan orang lain. saya hanya ingin bahagia walau tak bersama dia. saya hanya ingin belajar dengan baik, bekerja dengan baik, menulis dengan baik dan saya merasa bahagia setiap harinya walaupun dia tidak sms saya, tidak whatsapp saya, tidak menelpon saya. saya hanya ingin seperti itu.</p>
<p>dan rupa-rupanya semesta mendengar saya. Tuhan Maha Pemurah. nggak sia-sia seharian itu saya melolong-lolong merapal mantra judika. sore kemarin itu mbak nunung mengajak saya pergi ke preview film di plaza senayan. yeah, saya itu mantan ratu preview. akakakak. dulu saat saya pengangguran, kerjaan saya hanyalah pergi ke satu preview ke preview lainnya. saya beruntung punya teman pak yan, film publicist dan mbak nunung script writer (penulis skenario sinetron kupinang kau dengan bismillah. keren, kan?) yang sering mengundang saya ke preview-preview keren itu.</p>
<p>saya sudah lama nggak ketemu mbak nunung. yeah, sejak ngantor pagi-sore saya sudah nggak pernah lagi kelayapan ke preview-preview itu. dan saya semangaaatt sekali menghadiri preview film. apalagi ini preview film barat, yang merupakan preview pertama saya. biasanya saya datang ke preview film indonesia raya.</p>
<p>sambil makan bakso malang di food court plaza senayan, saya ngakak-ngakak mendengarkan cerita mbak nunung. astagaaa saya betul-betul bahagia mengobrol dengan dia. lalu, kami pun menonton film the artist (sumpah mati film ini keren sangat! kalian harus nonton!).</p>
<p>dan taukah kalian, ternyata undangan untuk preview film barat itu jauh lebih berkelas daripada undangan film preview indonesia. eh, maksud saya tamu undangan yang datang. tadi malam itu mbak nunung terus-terusan berbisik ke saya, &#8220;tin, vidi aldiano.&#8221; lalu, &#8220;tin, el manik. tin, slamet raharjo. tin, hanung bramantyo&#8230;.&#8221;</p>
<p>well, saya keren kaaann bisa nonton sama orang-orang keren ituuuhh. akakakak. terima kasih kepada mbak nunung dan pak yan yang membuat saya merasa keren tadi malam.</p>
<p>saya sampai di kos sekitar jam 10 malam. dan begitu masuk kamar, saya bersyukur sekali. selama hampir lima jam saya merasa betul-betul bahagia. dada ini penuh dengan gelembung bahagia. itu yang saya maksud dengan aku pun ingin bahagia walau tak bersama dia. hehe. terima kasih, Tuhan.</p>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 227px"><img style="margin-left:10px;margin-right:10px;" title="valentine at starbucks" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/19872_297348829341_771694341_3397904_6266710_n.jpg" alt="" width="217" height="145" /><p class="wp-caption-text">valentine at starbucks</p></div>
<p>lalu, saya pun jadi ingat hari-hari valentine selama saya di jakarta. valentine 2010 saya menang hadiah valentinan di starbucks fx karena cerpen saya pangeran starbucks. waktu itu blek jadi pasangan saya. sayang sekali selera humor blek jelek. saya nggak jadi naksir dia dan nggak lagi-lagi berteman sama dia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>valentine 2011 saya lagi prajab. yeah, hari itu hari terakhir setelah ujian. dan saya pun punya alasan untuk beliin cokelat buat teman-teman. valentine dan hari terakhir. alasan yang sempurna, bukan? hekekekek. saya jadi kangen sama dee dan tri. mereka berdua teman sekamar saya. dan mereka-lah yang bantuin saya siapin cokelat buat teman-teman. deeee, triii, i miss you both!</p>
<p>dan valentine tahun ini 2012, saya datang ke preview the artist. mendengarkan celoteh seorang teman yang hebat. bertemu dengan orang-orang keren (yang membuat saya merasa keren). dan saya merasa bahagia.</p>
<p>saya nggak bisa ngomong apa-apa lagi. Tuhan, terima kasih ya. maturnuwun sanget untuk segala apa yang telah Engkau berikan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><img class=" " style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="diklat prajab gol III" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/182219_1434743368063_1817319420_789081_1939669_n.jpg" alt="" width="432" height="289" /><p class="wp-caption-text">mereka itu orang-orang sinting yang hebat</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><img class=" " style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="teman dan cokelat" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/180021_1436129042704_1817319420_791151_1321788_n.jpg" alt="" width="432" height="324" /><p class="wp-caption-text">teman dan cokelat. dua dari sekian hal terbaik di jagat raya.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisisswistien.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisisswistien.wordpress.com/1220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisisswistien.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisisswistien.wordpress.com/1220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisisswistien.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisisswistien.wordpress.com/1220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisisswistien.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisisswistien.wordpress.com/1220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisisswistien.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisisswistien.wordpress.com/1220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisisswistien.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisisswistien.wordpress.com/1220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisisswistien.wordpress.com/1220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisisswistien.wordpress.com/1220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1220&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/15/my-valentines-days/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/227cf526dd307726da062660c085f50a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thisisswistien</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/f/f3/The-Artist-poster.png/220px-The-Artist-poster.png" medium="image">
			<media:title type="html">the artist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/19872_297348829341_771694341_3397904_6266710_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">valentine at starbucks</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/182219_1434743368063_1817319420_789081_1939669_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">diklat prajab gol III</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/180021_1436129042704_1817319420_791151_1321788_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">teman dan cokelat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cinta dari teflon</title>
		<link>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/13/cinta-dari-teflon/</link>
		<comments>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/13/cinta-dari-teflon/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 14:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Swistien Kustantyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[teflon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisisswistien.wordpress.com/?p=1207</guid>
		<description><![CDATA[heyyaaa. judul di atas itu kek judul FTV. kekekek. yeah, sepulang kerja tadi saya mampir ke ambasador. heee, ke ambasador jam pulang kerja? mimpi buruk! iya, saya tau itu mimpi buruk. jalanan dari dan menuju ke sana itu pas jam pulang kerja hadoohhh muaceeettt. bener-bener nightmare. well, walaupun nightmare, saya toh pergi juga. dan ta-daaa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1207&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://files.myopera.com/Eransu/albums/276557/thumbs/smiling%20girl.jpg_thumb.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="smiling girl" src="http://files.myopera.com/Eransu/albums/276557/thumbs/smiling%20girl.jpg_thumb.jpg" alt="" width="320" height="240" /></a>heyyaaa. judul di atas itu kek judul FTV. kekekek.</p>
<p>yeah, sepulang kerja tadi saya mampir ke ambasador. heee, ke ambasador jam pulang kerja? mimpi buruk! iya, saya tau itu mimpi buruk. jalanan dari dan menuju ke sana itu pas jam pulang kerja hadoohhh muaceeettt. bener-bener nightmare. well, walaupun nightmare, saya toh pergi juga.</p>
<p>dan ta-daaa, saya cuma beli teflon! akakakak. bujug daaahh.</p>
<p>well, kemarin itu hafiz, teman kerja saya, menikah. saya tentu saja ikut senang. dan karena saya tak bisa datang ke pesta nikahannya, saya pun bertanya sama hafiz. &#8220;lu mau kado apa?&#8221;</p>
<p><span id="more-1207"></span></p>
<p>hafiz menjawab, &#8220;lah masak kado milih. kalo dikasih ya apa ajalah.&#8221;</p>
<p>bibir saya pun monyong. &#8220;yeeee. kado itu mah harus milih. biar kepake. biar lu seneng.&#8221;</p>
<p>iya, selama ini sih saya gitu sama ririn. saya nggak terlalu suka menebak-nebak kado apa cocok untuk orang mana. kan lebih simpel kalau tanya, jawab, beli, kasih. selesai deh. kekekek.</p>
<p>nah, kemudian hafiz mengirim email. isinya beberapa barang yang dibutuhkan sang istri. atau at least pilihan istri. wah saya jadi cinta sama istri hafiz. hekekek. nah gitu dong. kan lebih komunikatif dan efisien. ai lop yuuuu, istri hafiiizzz.</p>
<p>eh saya mau nulis apa sih? tu kan tu kan tu kan. nggak jelas.</p>
<p>oh iya.</p>
<p>tadi setelah puyeng cari teflon, saya pun bergegas ke kasir. saya beruntung dapet kasir yang tidak mengantri. sebelum saya, hanya ada satu cewek dengan belanjaan sedikit. dan entah bagaimana awalnya, saya melihat adegan si mbak itu, cewek tadi, menerima satu kupon kecil dari seorang bapak yang sedang menyelesaikan transaksinya di antrian kasir sebelah kasir kami.</p>
<p>saya nggak akan memberikan perhatian lebih seandainya si mbak itu tidak tersenyum gembira dengan mata berbinar memandangi satu kupon mungil itu (kupon atau stiker? atau kupon stiker? entah deh. pokoknya gitu itu). lalu si mbak membayar dengan entah kartu kredit atau atm debit. saat menunggu kasir menggesek kartunya, saya berharap mbak itu memandang saya. saya ingin ada kontak mata hingga saya bisa memulai percakapan dengan dia.</p>
<p>dan semesta pun merespon harapan saya. mbak itu memandang saya. lalu, saya pun bertanya, &#8220;lagi ngumpulin kupon ya?&#8221;</p>
<p>dia mengangguk dengan senyum yang lebih lebar, &#8220;iya.&#8221;</p>
<p>&#8220;mau kuponku? sepertinya lumayan banyak kuponnya. tapi nunggu ya,&#8221; kata saya sambil menunjuk teflon-teflon itu.</p>
<p>yeah, tadi saya sempat mengintip jumlah yang harus dibayar si mbak. dan harga belanjaan saya berkali-kali-kali-kali-kali-kali lipat dari itu.</p>
<p>butuh beberapa detik bagi si mbak untuk merespon tawaran saya. &#8220;memang kakak nggak ngumpulin?&#8221;</p>
<p>&#8220;enggak. ambil aja. tapi nunggu,&#8221; jawab saya sambil tersenyum. untuk sesaat saya merasa menjadi malaikat pemberi kupon.</p>
<p>&#8220;beneran nggak ngumpulin?&#8221; matanya membulat, seakan tidak percaya kalau saya ini nggak ngumpulin kupon carrefour.</p>
<p>&#8220;enggaaaak,&#8221; saya hampir berteriak frustasi. kalau dia tanya sekali lagi, bakalan saya tabok pakai teflon.</p>
<p>untungnya dia nggak tanya. kemudian dia pun sabar menunggu.</p>
<p>kalian tau, saat saya memberikan kupon carrefour yang entah berapa jumlahnya, cewek itu tersenyum saaangat lebar. matanya bersinar-sinar. dia tampak senang sekali. melihatnya berbinar seperti itu, saya pun tersenyum. dan seketika itu juga perasaan saya jadi lebih bahagia.</p>
<p>saya jadi ingat <a href="http://as-laksana.blogspot.com/2011/06/pelatihan-menulis-buku-dalam-21.html">mas sulak</a>. kemarin saya ketemu mas sulak. dan kalian tau, saat ketemu itu, mas sulak meminta saya menutup mata dan tersenyum. sesederhana itu. menutup mata dan tersenyum. saya pun menurut. kemudian, dia bertanya, &#8220;perasaanmu lebih enak?&#8221;</p>
<p>saya pun mengangguk.</p>
<p>&#8220;bahagia itu tidak memerlukan alasan apapun. tersenyum juga tidak memerlukan alasan. jadi tersenyumlah. perasaanmu lebih enak dan kamu akan merasa lebih bahagia.&#8221;</p>
<p>wuuaaahhh. saya baru sadar kalau saya ini jarang sekali tersenyum. kalau ngakak sih saya jagonya. kekekek. tapi tersenyum? hedeeeehhh. jaraaannnggg. dan rasanya ajaib saat saya menyadari bahwa tersenyum, tanpa alasan apapun, bisa membuat hati lebih enak dan lebih gembira.</p>
<p>dan sore tadi saya juga belajar sesuatu. bahwa senyum yang tulus dan binar di mata benar-benar bisa membuat hati orang yang melihat menjadi cerah ceria. tampaknya saya harus berterimakasih sama si mbak yang sudah membuat hati saya senang hari ini. dan ini juga karena hafiz. dia memberi saya kesempatan untuk pergi ke ambasador, beli teflon dan ketemu si mbak itu. hekekekek.</p>
<p>hafiiiizzzz, selamat yaaa&#8230;. semoga menjadi keluarga samara. saling menjaga, saling mendukung, saling mengasihi, saling menyayangi, saling menyemangati, saling mengisi, saling memeluk, saling menggoda, saling eeeehhh bujug dah. doa saya mulai ngaco. itu tandanya saya harus brenti di sini. hwikikikik.</p>
<p>hafiz dan istri live happily ever after ya. banyak cinta dari kami semua. mwah!</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 372px"><img class=" " style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="hafiz's wedding" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/417054_229004437188697_100002374270253_512717_1829227655_n.jpg" alt="" width="362" height="272" /><p class="wp-caption-text">hafiz and wife</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisisswistien.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisisswistien.wordpress.com/1207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisisswistien.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisisswistien.wordpress.com/1207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisisswistien.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisisswistien.wordpress.com/1207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisisswistien.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisisswistien.wordpress.com/1207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisisswistien.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisisswistien.wordpress.com/1207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisisswistien.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisisswistien.wordpress.com/1207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisisswistien.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisisswistien.wordpress.com/1207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1207&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/13/cinta-dari-teflon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/227cf526dd307726da062660c085f50a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thisisswistien</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://files.myopera.com/Eransu/albums/276557/thumbs/smiling%20girl.jpg_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">smiling girl</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/417054_229004437188697_100002374270253_512717_1829227655_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hafiz&#039;s wedding</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>God&#8217;s love stories</title>
		<link>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/11/gods-love-stories/</link>
		<comments>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/11/gods-love-stories/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 06:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Swistien Kustantyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[fall in love]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisisswistien.wordpress.com/?p=1195</guid>
		<description><![CDATA[kadang saya gemas sekali sama Tuhan. bagaimana tidak, Tuhan itu suka seenaknya sendiri membuat cerita cinta. iya, benar. coba deh perhatikan kisah cinta di sekitar kalian. dari kisah cinta yang paling romantis sampai yang paling mengenaskan, semuanya ada. saya termasuk salah satu karakter di sekian cerita cinta yang ditulis Tuhan. cerita yang mengenaskan tentunya. ahahahah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1195&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://c.dryicons.com/files/graphics_previews/love_stories.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="love stories" src="http://c.dryicons.com/files/graphics_previews/love_stories.jpg" alt="" width="360" height="297" /></a>kadang saya gemas sekali sama Tuhan. bagaimana tidak, Tuhan itu suka seenaknya sendiri membuat cerita cinta. iya, benar. coba deh perhatikan kisah cinta di sekitar kalian. dari kisah cinta yang paling romantis sampai yang paling mengenaskan, semuanya ada.</p>
<p>saya termasuk salah satu karakter di sekian cerita cinta yang ditulis Tuhan. cerita yang mengenaskan tentunya. ahahahah. ampun, Tuhaaaannn. hey hey hey. please don&#8217;t get me wrong. saya nggak protes kok kenapa saya selalu kebagian peran di cerita cinta yang mengenaskan. toh Tuhan, seperti saya, sebagai penulis tau karakter mana yang cocok dengan cerita mana. gitu. (jadi kesimpulannya, saya paling cocok untuk peran di cerita cinta mengenaskan. kekekek).</p>
<p><span id="more-1195"></span></p>
<p>naaahh, sekarang ini saya sedang menjadi tokoh utama cewek yang jatuh cinta sama sahabatnya sendiri. si sahabat ini tinggal di suatu tempat yang terletak nun jauh di sana, di seberang lautan. apakah si sahabat ini mencintai si tokoh utama? entah. masih misteri. Tuhan belum mau membocorkan plot selanjutnya. konflik yang ada saat ini hanyalah si sahabat sedang tidak mau menjalin hubungan cinta dengan siapapun termasuk dengan si tokoh utama cewek itu. alasan-alasan yang dilontarkan sahabat itu jelas dan masuk akal. si cewek ini bisa menerima. tapi apakah menerima itu berati tidak menderita? tentu saja tidak.</p>
<p>si cewek ini merasa menderita. karena dia mencintai sahabatnya sendiri. karena dia tau semua sudah tak mungkin lagi, tapi tetap saja dia tak bisa mengalihkan perasaannya itu kepada cowok lain. dan tanpa disadari dia sudah mulai menghitung setiap tanggal di kalender, bertanya-tanya kapan dia akan bertemu dengan sahabatnya itu, dengan yeah cowok yang dicintainya itu.</p>
<p>hedeeeeehhhh. Tuhan itu penulis cerita terhebat di jagat raya, ya?</p>
<p>saya jadi ingat kata-kata <a href="http://www.meredithcostain.com/">meredith costain</a>, penulis buku anak asal australia itu. 6 oktober lalu di IALF denpasar, dalam rangkaian acara UWRF, meredith memberikan workshop penulisan yang judulnya saya lupa. hehe.</p>
<p>salah satu kalimat meredith yang begitu saya ingat dan saya sukai adalah yang ini:</p>
<p>&#8220;Without a problem, you don&#8217;t have a story. You only have a series of events.&#8221;</p>
<p>wuuuaaahhh. she&#8217;s so damn right. kata-katanya itu kereeeennn *menjura*</p>
<p>bukankah inti dari sebuah cerita itu adalah konflik? kalau nggak ada konflik, nggak akan ada cerita, kan? yang ada hanyalah serangkaian kejadian. dan itu tentu saja tidak menarik.</p>
<p>serangkaian kejadian itu misalnya:</p>
<p>saya bangun pagi, saya mandi, saya makan, saya berangkat kerja.</p>
<p>heyyyaaa. so what gitu loh? elu bangun pagi, elu mandi, elu makan, elu berangkat kerja. lalu apa yang bedain elu sama sejuta umat manusia yang lain?</p>
<p>yeah, saya merasa lega setelah mengingat meredith dan ajarannya itu. saya tak lagi gemas sama Tuhan. seharusnya saya bersyukur, bukan? tak semua orang diberi kesempatan jadi bintang utama sinetron cinta arahan sutradara Tuhan. kekekek.</p>
<p>lalu, seperti menunggu cerita bersambung di majalah atau koran, atau bahkan seperti menonton sinetron yang berjuta-juta episode itu, saya harus bersabar menunggu episode selanjutnya dari kisah cinta saya. siapa tau di episode selanjutnya akhirnya ketauan si sahabat itu cinta atau tidak sama saya. jika ternyata cinta, pastilah episode berikutnya tampak lebih indah walaopun tak menutup kemungkinan konflik lain akan muncul. jika ternyata tak cinta, episode berikutnya mungkin sudah ending. atau mungkin tidak. well, terserah Tuhanlah. kan Dia yang nulis cerita. kakakakak.</p>
<p>setelah merasa lega itu, saya pun teringat kata-kata yani. yani bilang kita toh tak bisa melakukan apa-apa lagi dalam hal jodoh. maksudnya, usaha untuk mendapatkan jodoh itu kan cuma bergaul dengan sebanyak mungkin orang, menyukai salah satu dari mereka, dan kemudian mencoba merajut cinta. jika kemudian si dia tidak suka, lah ya mau gimana lagi. nggak ada yang bisa kita lakukan kalau itu berhubungan dengan hati manusia.</p>
<p>lain halnya jika kita mau coba cari beasiswa misalnya. kita bisa belajar segiat mungkin. jika dirasa kurang, kita tambah jam belajarnya. atau mungkin saat kita mau nulis cerpen. jika cerpen itu dirasa masih kurang bagus dan ditolak editor, kita masih bisa memperbaiki dan mengirimkannya kembali. kita juga bisa mengirimkannya ke majalah lain.</p>
<p>saya tak bisa menjelaskannya dengan lebih baik lagi. fiuh.</p>
<p>jangan bilang bahwa kalau si cowok nggak suka, kan si cewek bisa memberikannya perhatian lebih, atau melakukan hal-hal lain untuk mendapatkan cowok itu. atau bisa juga berpaling ke cowok lain. yeah, seandainya masalah cinta dan hati semudah itu ya. jika semudah itu, tentu saja tak akan ada cerita cinta tragis ala romeo dan juliet.</p>
<p>yeah, saya berharap kisah cinta saya nggak akan setragis kisah mbak juliet sih. saya masih mengharapkan cerita yang happy ending. hehe. dan semoga Tuhan mendengar doa saya ini. amiiinnn.</p>
<p>dan seperti kata yani, yang bisa saya lakukan sekarang ini adalah melanjutkan hidup sebaik-baiknya. just do what we can do. bekerja dengan baik, belajar dengan baik, menulis dengan baik. menjaga hidup saya dengan baik untuknya. dan berharap dia menjaga hidupnya dengan baik untuk saya.</p>
<p>heyyyaaa. ampun dijeeee. saya sudah mulai menjijikkan. sebaiknya saya hentikan saja postingan ini.</p>
<p>well, selamat jatuh cinta! selamat menjadi tokoh utama cerita cinta tulisan Tuhan. semoga ending cerita kalian membahagiakan <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><a href="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/10/13186012081441274141.jpg"><img class=" " style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="with Meredith Costain in IALF Denpasar" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/10/13186012081441274141.jpg" alt="" width="384" height="288" /></a><p class="wp-caption-text">with Meredith Costain (left) in IALF Denpasar</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisisswistien.wordpress.com/1195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisisswistien.wordpress.com/1195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisisswistien.wordpress.com/1195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisisswistien.wordpress.com/1195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisisswistien.wordpress.com/1195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisisswistien.wordpress.com/1195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisisswistien.wordpress.com/1195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisisswistien.wordpress.com/1195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisisswistien.wordpress.com/1195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisisswistien.wordpress.com/1195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisisswistien.wordpress.com/1195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisisswistien.wordpress.com/1195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisisswistien.wordpress.com/1195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisisswistien.wordpress.com/1195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1195&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/11/gods-love-stories/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/227cf526dd307726da062660c085f50a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thisisswistien</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://c.dryicons.com/files/graphics_previews/love_stories.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">love stories</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/10/13186012081441274141.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">with Meredith Costain in IALF Denpasar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>life takes courage</title>
		<link>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/10/life-takes-courage/</link>
		<comments>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/10/life-takes-courage/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 14:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Swistien Kustantyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[courage]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisisswistien.wordpress.com/?p=1180</guid>
		<description><![CDATA[tengah 2008 dan akhir 2010 itu neraka buat saya. saat itu rasanya roda kehidupan saya mandeg di bawah. saya nggak punya uang sepeser pun. saya dibohongi mantan-mantan saya untuk kemudian dicampakkan begitu saja. hidup saya berantakan sekali. dan coba tebak. saya ingin bunuh diri. saya betul-betul serius ingin bunuh diri. rasanya betul-betul ingin mati. untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1180&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://www.bitrebels.com/wp-content/uploads/2011/04/Life-I-Want-To-Love.jpg"><img class="aligncenter" style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="life takes courage" src="http://www.bitrebels.com/wp-content/uploads/2011/04/Life-I-Want-To-Love.jpg" alt="" width="308" height="308" /></a>tengah 2008 dan akhir 2010 itu neraka buat saya. saat itu rasanya roda kehidupan saya mandeg di bawah. saya nggak punya uang sepeser pun. saya dibohongi mantan-mantan saya untuk kemudian dicampakkan begitu saja. hidup saya berantakan sekali. dan coba tebak. saya ingin bunuh diri.</p>
<p>saya betul-betul serius ingin bunuh diri. rasanya betul-betul ingin mati. untuk apa sih hidup kalau bernapas aja sakit? iya, saking sesaknya dada ini, untuk bernapas saja terasa sakit. mending mati, kan?</p>
<p><span id="more-1180"></span></p>
<p>tapi kalian tau, ada dua hal yang betul-betul saya pikirkan sebelum saya membunuh diri sendiri dulu itu. hal yang pertama adalah: saya mau bunuh diri dengan cara apa? nyayat nadi? terjun dari lantai sepuluh? minum racun? obat tidur? atau apa? eeeuuuhhh. baru mikirin caranya saja saya sudah mual. iya, saya ini pengecut setengah mati. saya nggak takut mati. tapi saya takut sakit. maksud saya, nyayat nadi itu pasti sakit, kan? apalagi terjun dari lantai sepuluh. wedew. enggak deh.</p>
<p>lalu, hal kedua yang saya pikirkan adalah orang-orang yang saya sayangi dan menyayangi saya. saya membayangkan mereka akan menangis berhari-hari, bahkan mungkin berbulan-bulan jika saya mati. saya membayangkan papah mamah saya, adik-adik saya, sahabat-sahabat saya. saya nggak ingin membuat mereka sedih. tanpa saya tanya pun, saya tau pasti mereka akan sedih jika saya mati. apalagi jika matinya itu karena bunuh diri.</p>
<p>saya memang nggak takut mati. saya nggak takut menyakiti diri saya sendiri. tapi saya nggak ingin menyakiti orang-orang di sekeliling saya. saya nggak mau melukai mereka yang menyayangi saya. lagipula, saya belum bisa membuat mereka bahagia. saya belum bisa membahagiakan papah mamah, adik-adik dan sahabat-sahabat saya. seandainya suatu hari saya mati, saya ingin telah sudah membahagiakan mereka yang saya sayangi. saya ingin mereka mengikhlaskan saya, mengenang saya dengan baik. jika pun mereka menangis, boleh. tapi sebentar saja.</p>
<p>dulu, saat saya ingin bunuh diri itu, saya tak bisa berpikir seperti ini. saya tak bisa berpikir sedikit pun. dunia saya rasa-rasanya gelap. dan tengah 2008, rora-lah penyelamat saya. rora kucing saya yang sudah tiada itu.</p>
<p>rora datang saat saya betul-betul ingin mati. rencana bunuh diri saya saat itu sudah bulat. tinggal eksekusinya saja, yang saya nggak tau gimana caranya. tapi toh saya menunda bunuh diri itu. kenapa coba? karena saat itu rora sakit.</p>
<p>rora kecil berumur tiga bulan saat itu dan diare terus-terusan. jika dibiarkan dia pasti mati. saya pun mengalah dengan menunda rencana bunuh diri saya. saya merawat rora. saat itu saya hanya berpikir siapa yang mau merawat kucing kampung kurus kecil? siapa yang mau meluangkan waktu, pikiran, tenaga dan biaya untuknya? dari sejuta umat manusia, mungkin hanya ada satu yang mau melakukan itu. dan itu saya.</p>
<p>i was the chosen, then.</p>
<p>sejak saat itu saya hidup untuk rora. saya cari duit untuk rora. segala-galanya untuk rora. papah mamah saya bisa cari duit sendiri kan? tapi rora tidak. yeah, pikiran yang sederhana sekali.</p>
<p>kemudian akhir 2010 sekali lagi saya ingin bunuh diri. saat itu saya ingin memberi pelajaran pada mantan yang telah mencampakkan saya. saya ingin dia tau bahwa saya bunuh diri karena dia. saya ingin dia menyesal. saya ingin menghantui dia seumur hidupnya.</p>
<p>saat itu saya ke jogja dan di sana saya bersama miku selama beberapa hari. miku-lah penyelamat saya. saya masih ingat saya nangis hebat di depan miku. kami duduk berhadapan di lantai. saya bilang saya ingin mati. saya ingin buat mantan saya itu menyesal.</p>
<p>miku tidak menertawakan saya. dia tidak menyebut saya lebay. dia duduk dengan wajah serius di depan saya. miku mengambil kedua tangan saya, menggenggam tangan saya itu dan bilang, &#8220;dunia ini terlalu berharga untuk kamu tinggalkan. kamu bilang kamu ingin mantanmu itu menyesal. apa yang bisa menjamin dia akan menyesal jika kamu mati? iya kalau nyesal. lah kalau enggak? kamu nggak boleh bunuh diri. mantan kamu itu nggak seberharga itu buat jadi alasan kamu bunuh diri.&#8221;</p>
<p>cara miku menatap saya, cara dia menggenggam tangan saya, cara dia berbicara membuat saya yakin untuk sehari saja menunda acara bunuh diri itu. dan keesokan paginya saat saya sekali lagi bertandang ke kos miku untuk menangis lagi dan lagi, saya mendapat kabar dari seorang editor majalah yang akan memuat cerpen saya. tiba-tiba saja saya tertawa gembira sekali.</p>
<p>dan lagi lagi miku tidak menertawakan saya. miku tidak menertawakan keinginan bunuh diri itu. alih-alih, miku berkata dengan lembut, &#8220;kalau kemarin kamu jadi bunuh diri, kamu nggak akan tau kan cerpenmu dimuat?&#8221;</p>
<p>serupa rora, miku itu malaikat yang dimuntahkan surga.</p>
<p>dan di sinilah saya sekarang. menulis postingan ini. tidak jadi mati. tidak jadi bunuh diri.</p>
<p>sejak saat itu saya belajar untuk memandang hidup dengan lebih positif. belajar menghargai diri saya sendiri. juga menghargai orang-orang yang saya sayangi. menghargai perasaan mereka.</p>
<p>setahun setelah kejadian di jogja itu, saya bertanya pada miku. &#8220;miku, menurutmu dulu itu pas aku ingin bunuh diri, itu serius atau main-main?&#8221;</p>
<p>dengan tenang miku menjawab, &#8220;niat bunuh dirimu itu memang serius. aku bisa liat itu. tapi masih bisa dikendalikan.&#8221;</p>
<p>sejak saat itu saya tak pernah lagi memikirkan bunuh diri. hal itu tak pernah terlintas dalam benak saya lagi. hingga beberapa hari kemarin itu. eh, jangan kuatir. saya tak berniat bunuh diri dalam waktu dekat ini.</p>
<p>kemarin-kemarin itu ada seseorang yang menanyakan apakah saya akan merasa sedih jika dia tiada. mendengar pertanyaan itu saya merasa marah sekali. dulu saat saya mau bunuh diri, saya tak pernah sekali pun menanyakan itu pada keluarga ataupun sahabat saya. karena saya tau jawabannya. pasti mereka sedih. pasti mereka terluka.</p>
<p>saat sahabat saya menanyakan itu, saya langsung menangis. saya menangis bukan karena kuatir dia mati. bukan itu. saya menangis karena merasa sangat marah. menurut saya, sahabat saya itu egois sekali. dia tidak memikirkan keluarganya. dia tidak memikirkan sahabat-sahabatnya. dia tidak memikirkan saya.</p>
<p>saya ini kadang rapuh sekali. selama ini saya membutuhkan dia untuk menguatkan saya. lalu, jika dia mati, saya harus bagaimana? saya harus meminjam bahu siapa saat saya menangis? saya harus mencari siapa saat saya merasa frustasi dengan dunia?</p>
<p>ah, saya menangis sekarang. saya masih saja marah jika mengingat malam itu.</p>
<p>lalu, seperti semua sudah diatur Tuhan. tiba-tiba saja ada <a href="http://simplyindonesia.wordpress.com/">bembi</a>, teman baik saya yang lain, berkedip-kedip di jendela ym. saya pun mengadu ke dia. mengadukan sahabat saya yang egois itu. dan bembi hanya menulis satu kalimat:</p>
<p>&#8220;You can die anytime, but life takes courage.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisisswistien.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisisswistien.wordpress.com/1180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisisswistien.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisisswistien.wordpress.com/1180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisisswistien.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisisswistien.wordpress.com/1180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisisswistien.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisisswistien.wordpress.com/1180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisisswistien.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisisswistien.wordpress.com/1180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisisswistien.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisisswistien.wordpress.com/1180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisisswistien.wordpress.com/1180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisisswistien.wordpress.com/1180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1180&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/10/life-takes-courage/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/227cf526dd307726da062660c085f50a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thisisswistien</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bitrebels.com/wp-content/uploads/2011/04/Life-I-Want-To-Love.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">life takes courage</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>fixing a broken heart</title>
		<link>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/08/fixing-a-broken-heart/</link>
		<comments>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/08/fixing-a-broken-heart/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 04:23:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Swistien Kustantyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[fixing a broken heart]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>
		<category><![CDATA[patah hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisisswistien.wordpress.com/?p=1153</guid>
		<description><![CDATA[lagu kebangsaan saya beberapa hari ini adalah fixing a broken heart-nya indecent obsession dan mari hamada. heyyyaaa. norak kan saya iniiiii &#62;_&#60; ya ya ya. kapan sih saya nggak norak. dan tadi malam, beberapa baris di lirik lagu itu terjadi pada saya: Then like an answered prayer, I turned around and found you there. hekekekek. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1153&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://thisisswistien.files.wordpress.com/2012/02/fixing_your_broken_heart_by_lea.jpg?w=300"><img class="aligncenter" style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;" title="fixing a broken heart" src="http://thisisswistien.files.wordpress.com/2012/02/fixing_your_broken_heart_by_lea.jpg?w=320&#038;h=246" alt="" width="320" height="246" /></a>lagu kebangsaan saya beberapa hari ini adalah fixing a broken heart-nya indecent obsession dan mari hamada. heyyyaaa. norak kan saya iniiiii &gt;_&lt; ya ya ya. kapan sih saya nggak norak.</p>
<p>dan tadi malam, beberapa baris di lirik lagu itu <em></em>terjadi pada saya: <em>Then like an answered prayer, I turned around and found you there</em>.</p>
<p>hekekekek. nggak seromantis seperti di lagu itu sih. saya toh nggak beneran membalikkan badan dan menemukan seseorang untuk fixing my broken heart. i am not that lucky. yet i am lucky enough to have a friend who helps me fix my broken heart.</p>
<p><span id="more-1153"></span></p>
<p>sebut saja dia jalapati. saya akan memanggilnya jala-jala. akakakak. well, si jala ini benar-benar tau gimana caranya membuat saya terhibur dan merasa lebih baik. <em>You really know where to start fixing a broken heart. You really know what to do.</em></p>
<p>yeah, jala rocks. dia keren sekali. pertanyaan pertama di sesi konsultasi semalam itu adalah: &#8220;pas lu suka ama cewek trus dia nggak suka elu, dan itu bikin dada lu sesak banget, how you handle it?&#8221;</p>
<p>dan jawaban si jala membuat saya terpana. dia menjawab, &#8220;just think kalo dia itu melewatkan kesempatan yang berharga untuk bisa sama gue.&#8221;</p>
<p>ah, keren kan jawabannya? bagi saya itu keren karena toh saya jarang bisa menghargai diri saya sendiri. jika ada cowok yang menolak saya, saya selalu sibuk menyalahkan diri sendiri. kenapa saya begini kenapa saya begitu. kenapa dia nggak suka.</p>
<p>kemudian jala melanjutkan, next step setelah berpikir seperti itu adalah dengan berusaha sekeras mungkin untuk mematikan perasaan. switch off the feeling. istilah dia gitu. jadi, setiap kali perasaan itu datang, berusahalah untuk switch it off. jala bilang setiap orang punya mindset sendiri-sendiri untuk how to switch it off. jala juga menambahkan bahwa memang susah untuk switch off perasaan. (yaiyalah. lebih gampang switch off sakelar lampu kaleee.)</p>
<p>lalu jala juga mengingatkan bahwa cowok dan cewek itu beda sekali. cowok itu berpikir dengan otak, sedangkan cewek cenderung dengan hati. karena itulah jala berpesan, &#8220;apapun yang terjadi, bersikaplah biasa-biasa saja.&#8221;</p>
<p>naaah. bagian ini yang susah. saya memberi tahu jala bahwa bagian ini susah karena saya nggak punya syaraf biasa-biasa aja. dan ternyata jala tau itu. dia membuat saya terbahak-bahak dengan mengatakan ini:</p>
<p>&#8220;emang lu didesain gitu. kalo susah ya susah banget. kalo seneng ya seneng banget. grey area nggak berlaku buat elu kayaknya. lu nggak punya titik nol. yang ada cuma titik extreme plus or titik extreme minus. imbalance.&#8221;</p>
<p>huahahahaha. anjiiirrrr. saya ngakak-ngakak. jalaaaa, ai lop yuuuu :*</p>
<p>bukan jala namanya kalau hanya memberi nasehat absurd semacam &#8220;sabar ya, nak.&#8221; (haha.) dia memberikan nasihat konkret untuk mengontrol emosi saya. jala bilang ada satu teknik yang ditemukannya sendiri dan sudah terbukti bisa mengontrol emosinya. dia menyarankan saya untuk berjalan kaki di bawah terik matahari selama 15 menit atau 30 menit atau kalau dirasa kurang bisa ditambah hingga 30 menit. sepanjang jalan kaki itu saya harus mempertahankan mimik wajah saya. maksudnya mimik wajah saya harus sama dengan mimik wajah saya saat berada di ruang kerja.</p>
<p>heyyyaaa. susah yak. bayangkan saja. kalau di ruang kerja itu kan ada AC. adem gitu. lah ini terik-terik panas. sudah gitu, saya kan jarang banget bisa berwajah lempeng. tanpa ekspresi gitu. lah liat apa atau dengar apa saja wajah saya sudah berubah-ubah. hedeeeehhh.</p>
<p>jala bilang latihan setahun saja sudah cukup untuk bisa mengontrol emosi saya. dia toh sudah membuktikannya. malahan sekarang emosinya terlalu controlled. saya pun menggoda jala, &#8220;wah berati gua nggak bakalan tau yak kalau elu pernah naksir gua? akakakak.&#8221;</p>
<p>yeah. saran jala akan saya laksanakan. jika emosi saya tak kunjung terkontrol pun, jalan kaki satu jam di bawah terik matahari selama setahun pastilah bisa menurunkan 10 kilo berat badan saya. heeyyyaaa. caiyooo! fighting!</p>
<p>kemudian sesi konsultasi pun berlanjut dengan saya yang mengeluhkan sesuatu. saya dengan sedih bilang, &#8220;i was wondering if there is a man who will really love me and be willing to spend the rest of his life with me. that particular thought makes me really sad.&#8221;</p>
<p>dan jawaban jala lagi-lagi membuat saya terpana. jala bilang:</p>
<p>&#8220;you&#8217;ll meet him sooner or later. yang perlu dilakukan sekarang adalah memantaskan diri. mantesin diri elu untuk menjadi pendamping siapapun cowok itu. pantas di sini relatif ya.&#8221;</p>
<p>jala pun melanjutkannya dengan memberikan analogi.</p>
<p>&#8220;simple-nya gini aja deh. kita analogikan dengan kerjaan ya. target lu apa? manajer riset misalnya. apa yang dibutuhkan untuk sampai ke posisi itu? skill apa aja? nah lu uber di situ. setelah lu pegang semua skill yang lu butuhin buat jadi manajer riset, seandainya lu masih nggak naik jabatan jadi manajer juga, lu bisa coba ke tempat lain. dan lu masih pantas untuk melamar jadi manajer riset karena usaha lu itu.&#8221;</p>
<p>saya betul-betul tertegun dengan penjelasan jala. dia memberikan sesuatu yang konkret. bukan sesuatu yang absurd. dan saya suka sekali. otak saya terlalu pas-pasan untuk mencerna nasihat dengan bahasa yang melambung tinggi ke awan. tapi toh jala tidak seperti itu.</p>
<p>lalu, saya pun bilang ke jala, &#8220;kadang gua lupa betapa sukanya gua sama elu dulu. dulu itu gua mikir pasti nggak mungkin lu suka gua. makanya gua step back biar slamet. akakakak.&#8221;</p>
<p>jala tertawa.</p>
<p>iya, jala itu satu dari sedikit cowok yang bisa membuat saya begitu jatuh cinta. ah, hanya dengan membaca postingan ini, kalian pasti bisa mengerti kenapa saya dulu suka jala, kan? pemikiran jala itu amazing. menakjubkan. saya begitu menyukainya. dan saya pun masih cukup waras untuk memperingatkan diri saya sendiri agar tidak patah hati. mundur teratur. pelan-pelan. tak perlu sakit hati. tak perlu menangis lagi. ahahahah. setahun ini mantra itu sering sekali saya ulang-ulang.</p>
<p>dan kalian tau, setelah tertawa jala kembali memberikan respon yang luar biasa. dia bilang:</p>
<p>&#8220;tenang aja. kalo lu ada usaha ke sana, Tuhan juga nggak merem kok. man jadda wa jada. iya, nggak? kekekekek.&#8221; [merem = menutup mata]</p>
<p>saya ngakak sengakak-ngakaknya. wuuaahh. jadi, masih ada kesempatan nih? bwahahahaha. jalaaa&#8230;. ai lop yuuuu :*</p>
<p>saya nggak tahan untuk tidak menggoda jala. &#8220;jalaaa&#8230; gua cinta elu aja daaahh. akakakaka.&#8221;</p>
<p>jala membalas dengan berkata, &#8220;hyaaa. T_T masih aja usaha. hahahaha.&#8221;</p>
<p>&#8220;lah katamu Tuhan nggak merem, kaaaannn?&#8221; saya masih saja tertawa.</p>
<p>&#8220;lah emang iya, kan?&#8221; jawab jala.</p>
<p>ah. saya berhutang nyawa pada jala tadi malam. jala meminjamkan nyawanya biar saya bisa bernapas dengan normal lagi. well, kemarin itu, setelah seharian saya menangis karena ditinggal pergi begitu saja dan karena charger hape ilang, saya merasa tak punya tenaga lagi. tak ada energi. dan tiba-tiba saja jala menjelma menjadi charger gratisan. dia me-recharge energi saya.</p>
<p>by the way, memantaskan diri ya? baiklah. saya akan berusaha lebih keras untuk yang satu ini. well, saya masih menyukai si abang pembuat kopi itu (ahahahah). dan saya akan berusaha memantaskan diri seperti anjuran jala. jika toh saya tak bertakdir dengan si abang, well, masih ada jala, kan? hakakaka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisisswistien.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisisswistien.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisisswistien.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisisswistien.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisisswistien.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisisswistien.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisisswistien.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisisswistien.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisisswistien.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisisswistien.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisisswistien.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisisswistien.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisisswistien.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisisswistien.wordpress.com/1153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisisswistien.wordpress.com&amp;blog=25010755&amp;post=1153&amp;subd=thisisswistien&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisisswistien.wordpress.com/2012/02/08/fixing-a-broken-heart/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/227cf526dd307726da062660c085f50a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thisisswistien</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thisisswistien.files.wordpress.com/2012/02/fixing_your_broken_heart_by_lea.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fixing a broken heart</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
